Showing posts with label Information. Show all posts
Showing posts with label Information. Show all posts
Home » Posts filed under Information
Apa itu 5S - 5R : Cara Menerapkan Sistem 5S
5S adalah pemanfaatan tempat kerja yang mencakup peralatan, dokumen,
bangunan dan ruangan untuk melatih kebiasaan para pekerja dalam usaha
meningkatkan disiplin kerja.
Sistem manajemen tata graha (good house keeping management) yang dilakukan dalam mengelola tempat kerja (perkantoran, gudang, area kerja bengkel, laboratorium, produksi/pembangkit, dan area pendukung lain seperti fasilitas publik).
Tempat kerja yang bersih, rapih, aman dan nyaman yang akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, penekanan biaya, penyelesaian tepat waktu, safety terjamin, moral tinggi dan lingkungan terjamin.
Keuntungan menerapkan 5S
1. Zero Breakdown, berarti pemeliharaan lebih baik:
a. Scrap, debu, geram - geram dan potongan – potongan di lantai dan di mesin menjadi berkurang;
b. Dengan membersihkan mesin secara teliti dan teratur anda dapat mengetahui kondisi mesin setiap saat;
c. Pemeriksaan dan pemeliharaan tiap hari dapat menghindari kerusakan mesin menjadi parah di masa yang akan datang.
2. Zero Defect, yang berarti kualitas lebih baik:
a. Jika segala sesuatunya ada pada tempatnya, anda terhindar dari mengambil barang yang salah;
b. Tempat kerja yang bersih akan memberi semangat kerja bagi siapa saja;
c. Alat pengukur dan indikator dapat bekerja dengan baik maka kualitas akan baik.
3. Zero Waste, yang berarti mengurangi biaya dan efisiensi meningkat:
a. Inventory dan barang dalam proses menjadi lebih sedikit;
b. Ruangan–ruangan yang terpakai untuk barang–barang yang tidak diperlukan menjadi berkurang;
c. Gerakan–gerakan yang tidak diperlukan seperti menghindarkan dan mencari dapat berkurang;
d. Mengurangi gerakan – gerakan produksi yang tidak diperlukan seperti, mengangkat, meletakkan, menghitung dan memindahkan.
4. Zero Set Up Time, berarti tidak ada waktu yang terbuang:
a. Karena segalanya ditata dengan teratur maka waktu yang terbuang untuk mencari alat dapat ditekan;
b. Tempat kerja yang bersih dapat meningkatkan efisiensi dan memudahkan orang untuk mengetahui cara pengoperasian, peserta pelatihan sekalipun dapat dengan mudah mengoperasikannya.
5. Zero Late Delivery, berarti dapat memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu:
a. Karena tidak ada produksi yang rusak maka anda dapat memenuhi permintaan langganan tepat waktu;
b. Lingkungan kerja pabrik yang baik mempercepat proses produksi, tak ada yang terbuang dan efisiensi meningkat.
6. Zero Injury, yang berarti keselamatan kerja lebih baik:
a. Peralatan yang bersih dan mengkilap mudah mengamati kerusakan dan bahaya;
b. Jika tahu dimana peralatan disimpan, anda dapat lebih cepat mengambilnya jika diperlukan
c. Jika anda meletakkan sesuatu dengan aman maka anda dapat menghindari peralatan tersebut berjatuhan menimpa anda;
d. Jika ada api dan gempa anda tahu dimana letak pintu darurat dan alat pemadam kebakaran.
7. Zero Customer Claim, berarti pelanggan menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi:
a. Pabrik yang bersih tidak memproduksi barang yang rusak
b. Pabrik yang bersih dapat memproduksi barang yang menjamin keselamatan pemakai.
8. Zero Deficit, berarti perusahaan anda tambah maju:
a. Jika 5S/5R telah dijalankan dengan baik, pasti tempat kerja menjadi nyaman dan menarik, tak ada waste, tak ada kecelakaan, tak ada kerusakan mesin dan tak ada produk yang rusak, Anda dapat memenuhi keinginan dan harapan pelanggan.
SEIRI berarti RINGKAS atau PEMILAHAN yang bertujuan untuk MEMILIH atau MERINGKAS BARANG-BARANG. Hal ini dilakukan mengingat ruang kerja sangatlah terbatas sehingga harus diefisienkan.
1. Barang yang diperlukan untuk bekerja
2. Barang yang belum diperlukan untuk bekerja
3. Barang yang sama sekali tidak diperlukan
4. Barang yang tidak sesuai penempatannya
Apabila SEIRI tak terpenuhi maka:
• Suasana dan kegiatan kerja terganggu
• Sulit meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja
Sementara apabila SEIRI terpenuhi, maka:
• Tidak ada pemborosan ruangan
• Ruangan termanfaatkan secara efisien
• K3 dan Lingkungan Kerja meningkat
• Produktivitas kerja meningkat
• Tidak terjadi penumpukan barang
Metode Penerapan Seiri
A. Kriteria untuk barang yang disisihkan
• Sampah atau scrap
• Diperlukan di tempat lain
• Belum diperlukan
• Siapkan label
B. Kriteria untuk mesin/peralatan/material
• Kapan barang tersebut dipakai/kepastian waktu
• Yang tidak dipakai disisihkan
• Siapkan label
C. Kriteria untuk work in proses(1/2 jadi)
• Tetapkan kepastian barang akan dipakai(waktu)
• Tentukan jumlah kebutuhan dalam batas waktu
• Bila terdapat kelebihan harus disisihkan
• Siapkan label
Pemasangan Label
1. Menentukan urutan kegiatan memilah
2. Mengamati barang-barang yang akan dipilah
a. Barang-barang yang kecil ukurannya disatukan dalam satu kotak
b. Barang yang tak diperlukan dipasang LABEL
c. Tetapkan tempat penampungan barang yang tak dipakai
d. Kalau ada barang yang terlewat, ulangi langkah terdahulu
e. Buat foto dokumentasi sebelum dan sesudah SEIRI
Menghindarkan Adanya Barang yang Tidak Diperlukan di Tahap SEIRI
• Langkah seiri atau ringkas ini cenderung untuk tindakan pencegahan agar seluruh material dan barang dapat dipakai atau terhindar dari adanya barang yang tidak diperlukan.
• Pencegahan ini akan lebih efektif apabila seluruh personil telah menyadari pentingnya tahap ringkas, akan lebih baik lagi bila telah menjadi budaya kerja. Untuk mengukur penerapan tahap ringkas ini sebagai budaya kerja, maka memerlukan perhatian, kesadaran dan kepedulian seluruh karyawan tentang barang yang tidak diperlukan.
• Apabila masih ditemukan barang dan material yang tidak diperlukan berarti kesadaran dan kepedulian
RINGKAS belum menjadi budaya.
SEITON atau RAPI atau PENATAAN, yang artinya adalah MERAPIKAN atau MENATA BARANG YANG DIPERLUKAN.
• Barang yang akan dikerjakan harus tertata rapi ditempatnya
• Barang yang tidak/belum dikerjakan harus dijauhkan dari tempat kerja, tetapi masih berada dalam wilayah kerja
• Sampah atau Scrap dibuang pada tempat yang disediakan untuk tempat sampah
• Barang yang diperlukan di tempat lain telah benar-benar berada di tempat yang telah ditentukan
Metode penerapan SEITON
1. Siapkan label SEITON
2. Buat pedoman penyusunan
3. Identifikasi semua barang
4. Barang yang bukan pada tempatnya ditempeli label SEITON
5. Lakukan secara bertahap
6. Setelah tersusun beri label untuk mempermudah pencarian
Menghindari ketidakrapian di tahapan SEITON
Apabila tahap rapi telah dijalankan, namun masih terdapat ketidakrapian, maka akan timbul pertanyaan mengapa?
Disamping itu juga sejauh mana kesadaran karyawan akan pentingnya kerapian dilingkungan kerja, secara bertahap merapikan tempat kerja dan lingkungan kerja harus menjadi “Budaya Kerja“ bagi setiap karyawan dan keteladanan pimpinan atau tim manajemen, budaya kerja untuk bekerja rapi harus terus menerus ditanamkan kepada seluruh karyawan secara bertahap dan menjadi agenda yang berkesinambungan.
SEISO berarti RESIK atau PEMBERSIHAN dengan sasaran yakni tempat kerja dan peralatan kerja yang resik atau bersih.
Tiga tahap kegiatan SEISO
1. Sifat operasi kebersihan
• Temukan sebab kekotoran
• Lakukan pembersihannya
2. Obyek pembersihan
• Tempat kerja
• Peralatan kerja
3. Mencegah kerusakan
• Cari penyebab kerusakan pada peralatan
• Penggunaan peralatan secara tepat sesuai fungsinya
Peran karyawan merupakan indikator keberhasilan budaya kerja
Membiasakan bekerja dalam tahab RESIK untuk menjadi bagian dari budaya kerja belum tentu mudah, karena ada unsur perubahan perilaku seseorang, akan tetapi hal itu dapat diupayakan secara bertahap, melalui:
• Komitmen pimpinan yang disertai dengan keteladanan
• Kampanye program RESIK
• Sistem yang mampu dikerjakan oleh karyawan
• Sarana dan prasarana cukup
Membersihkan tempat yang kotor adalah penting, tetapi yang lebih penting bagaimana menghindarkan munculnya kembali kotoran yang terjadi.
Metode penerapan SEISO
1. Sebelum dan sesudah pembersihan
a. Mengumpulkan data
b. Menganalisa data
2. Siapkan Lakban Merah, Kuning dan Lak/Tipp Ex
a. Lakban Merah, tempel dibagian peralatan yang rusak (tidak dapat diperbaiki pada hari itu)
b. Lakban Kuning, tempel dibagian peralatan yang rusak (segera dapat diperbaiki)
c. Tipp Ex, untuk baut/mur yang agak longgar (setelah dpt dikencangkan ditandai Tipp Ex untuk mudah diperbaiki)
d. Buatkan daftar peralatan yang akan digunakan
3. Siapkan Formulir Bentuk 1,2 dan 3
a. Bentuk 1: untuk mencatat peralatan yang rusak dan tidak dapat diperbaiki
b. Bentuk 2: untuk mencatat peralatan yang rusak tapi dapat diperbaiki
c. Bentuk 3: memeriksa semua bagian mesin/peralatan dengan seksama, terutama bagian yang sensitif
Membudayakan kebersihan & pemeriksaan tahap SEISO atau RESIK
Untuk memperlancar kegiatan RESIK maka diperlukan pemeriksaan dan langkah-langkah yang meliputi: langkah 1 sd 5.
SEIKETSU berarti merawat atau mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang sudah baik.
Tujuan dan sasarannya antara lain:
• Mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang sudah baik
• Harus ada standard yang seragam, dalam pemberian label petunjuk pada semua kondisi operasi
• Memeriksa keadaan tempat kerja dean peralatan yang digunakan
• Tersedia tempat sampah
Dalam tahap rawat ini mempertahankan adalah lebih sulit dibandingkan dengan meraih, karena mempertahankan membutuhkan konsistensi bekerja secara berkesinambungan. Mempertahankan kondisi tempat kerja yang sudah baik ini diperlukan peran serta seluruh karyawan untuk berpartisipasi. Seluruh karyawan harus mempunyai tekad yang sama untuk mempertahankannya yaitu dengan tiga prinsip:
• Tidak ada barang yang tidak perlu
• Tidak berserakan
• Tidak kotor
Kaidah Panduan SEIKETSU:
• Semua karyawan terlibat dan bertanggung jawab atas pelaksanaan 5-S
• Rasa bertanggung jawab harus dibudayakan
• Bersih itu mahal, tetapi kotor jauh lebih mahal
• Petugas penanggung jawab area adalah penanggung jawab kebersihan, tetapi cleaning service sebagai pendukung kebersihan
Metode penerapan SEIKETSU
1. Secara individu dibebani tugas perawatan, baik tempat kerja maupun peralatan.
2. Sampah/kotoran dibuang pada tempat yang telah disediakan, sebab tidak hanya petugas cleaning service saja yang harus bertanggung jawab.
3. Dibudayakan.
Tahap RAWAT merupakan kelanjutan dari tahap RESIK oleh karena itu pemantauan dan evaluasi kegiatan tahap RESIK perlu dilakukan:
1. Adakah barang yang tidak diperlukan masih berada disekeliling anda?
2. Apakah peralatan yang tidak digunakan dapat segera diambil?
3. Apakah RESIK dilakukan setiap pagi?
4. Apakah RESIK dilakukan setiap hari setelah bekerja?
5. Sejauh mana peran serta karyawan untuk bekerja rapi?
SHITSUKE berarti RAJIN atau PEMBIASAAN, dengan tujuan agar setiap karyawan terbiasa untuk membina disiplin diri. Ini artinya:
• Karyawan harus mau, mampu dan berani mengubah perilaku ke arah yang terkendali.
• Perubahan sikap harus sesuai dengan nilai-nilai budaya
• Berusaha terus menerus untuk meningkatkan prestasi yang telah dicapai
• Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan lakukan apa yang tidak boleh dilakukan
• Bersedia untuk saling mengingatkan & diingatkan segala sesuatu harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan
Manfaat Shitsuke
1. Tidak ada pemborosan
2. Lingkungan kerja dan k3 terdukung
3. Pemeliharaan mesin dapat dilakukan lebih baik
4. Kemungkinan cacat produk terhindarkan
5. Pelayanan tepat waktu
6. Tidak ada keluhan/complaint dari pelanggan
7. Kesejahteraan karyawan meningkat
Pengendalian visual ditempat kerja sebagai bagian dari tahap shitsuke atau rajin
• Langkah awal dalam tahap rajin yaitu mengendalikan secara visual ditempat kerja.
• Apakah program 5-s telah diterapkan dan sekaligus telah menjadi budaya kerja?
• Siapapun bisa menilai secara obyektif tanpa dipengaruhi oleh siapapun.
Dalam rangka mengendalikan secara visual ditempat kerja hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:
1. Selalu terbuka dalam memberikan masukan atau kritik terhadap kondisi tempat kerja
2. Menerima kritik atau masukan pada dasarnya akan memperkuat penerapan 5S
3. Bila terjadi masalah segera lakukan tindakan perbaikan khususnya oleh personil bagian yang terkait
READ MORE - Apa itu 5S - 5R : Cara Menerapkan Sistem 5S
Sistem manajemen tata graha (good house keeping management) yang dilakukan dalam mengelola tempat kerja (perkantoran, gudang, area kerja bengkel, laboratorium, produksi/pembangkit, dan area pendukung lain seperti fasilitas publik).
Tempat kerja yang bersih, rapih, aman dan nyaman yang akan menghasilkan produk dengan kualitas tinggi, penekanan biaya, penyelesaian tepat waktu, safety terjamin, moral tinggi dan lingkungan terjamin.
Keuntungan menerapkan 5S
1. Zero Breakdown, berarti pemeliharaan lebih baik:
a. Scrap, debu, geram - geram dan potongan – potongan di lantai dan di mesin menjadi berkurang;
b. Dengan membersihkan mesin secara teliti dan teratur anda dapat mengetahui kondisi mesin setiap saat;
c. Pemeriksaan dan pemeliharaan tiap hari dapat menghindari kerusakan mesin menjadi parah di masa yang akan datang.
2. Zero Defect, yang berarti kualitas lebih baik:
a. Jika segala sesuatunya ada pada tempatnya, anda terhindar dari mengambil barang yang salah;
b. Tempat kerja yang bersih akan memberi semangat kerja bagi siapa saja;
c. Alat pengukur dan indikator dapat bekerja dengan baik maka kualitas akan baik.
3. Zero Waste, yang berarti mengurangi biaya dan efisiensi meningkat:
a. Inventory dan barang dalam proses menjadi lebih sedikit;
b. Ruangan–ruangan yang terpakai untuk barang–barang yang tidak diperlukan menjadi berkurang;
c. Gerakan–gerakan yang tidak diperlukan seperti menghindarkan dan mencari dapat berkurang;
d. Mengurangi gerakan – gerakan produksi yang tidak diperlukan seperti, mengangkat, meletakkan, menghitung dan memindahkan.
4. Zero Set Up Time, berarti tidak ada waktu yang terbuang:
a. Karena segalanya ditata dengan teratur maka waktu yang terbuang untuk mencari alat dapat ditekan;
b. Tempat kerja yang bersih dapat meningkatkan efisiensi dan memudahkan orang untuk mengetahui cara pengoperasian, peserta pelatihan sekalipun dapat dengan mudah mengoperasikannya.
5. Zero Late Delivery, berarti dapat memenuhi permintaan pelanggan tepat waktu:
a. Karena tidak ada produksi yang rusak maka anda dapat memenuhi permintaan langganan tepat waktu;
b. Lingkungan kerja pabrik yang baik mempercepat proses produksi, tak ada yang terbuang dan efisiensi meningkat.
6. Zero Injury, yang berarti keselamatan kerja lebih baik:
a. Peralatan yang bersih dan mengkilap mudah mengamati kerusakan dan bahaya;
b. Jika tahu dimana peralatan disimpan, anda dapat lebih cepat mengambilnya jika diperlukan
c. Jika anda meletakkan sesuatu dengan aman maka anda dapat menghindari peralatan tersebut berjatuhan menimpa anda;
d. Jika ada api dan gempa anda tahu dimana letak pintu darurat dan alat pemadam kebakaran.
7. Zero Customer Claim, berarti pelanggan menaruh tingkat kepercayaan yang tinggi:
a. Pabrik yang bersih tidak memproduksi barang yang rusak
b. Pabrik yang bersih dapat memproduksi barang yang menjamin keselamatan pemakai.
8. Zero Deficit, berarti perusahaan anda tambah maju:
a. Jika 5S/5R telah dijalankan dengan baik, pasti tempat kerja menjadi nyaman dan menarik, tak ada waste, tak ada kecelakaan, tak ada kerusakan mesin dan tak ada produk yang rusak, Anda dapat memenuhi keinginan dan harapan pelanggan.
SEIRI berarti RINGKAS atau PEMILAHAN yang bertujuan untuk MEMILIH atau MERINGKAS BARANG-BARANG. Hal ini dilakukan mengingat ruang kerja sangatlah terbatas sehingga harus diefisienkan.
1. Barang yang diperlukan untuk bekerja
2. Barang yang belum diperlukan untuk bekerja
3. Barang yang sama sekali tidak diperlukan
4. Barang yang tidak sesuai penempatannya
Apabila SEIRI tak terpenuhi maka:
• Suasana dan kegiatan kerja terganggu
• Sulit meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan efektivitas kerja
Sementara apabila SEIRI terpenuhi, maka:
• Tidak ada pemborosan ruangan
• Ruangan termanfaatkan secara efisien
• K3 dan Lingkungan Kerja meningkat
• Produktivitas kerja meningkat
• Tidak terjadi penumpukan barang
Metode Penerapan Seiri
A. Kriteria untuk barang yang disisihkan
• Sampah atau scrap
• Diperlukan di tempat lain
• Belum diperlukan
• Siapkan label
B. Kriteria untuk mesin/peralatan/material
• Kapan barang tersebut dipakai/kepastian waktu
• Yang tidak dipakai disisihkan
• Siapkan label
C. Kriteria untuk work in proses(1/2 jadi)
• Tetapkan kepastian barang akan dipakai(waktu)
• Tentukan jumlah kebutuhan dalam batas waktu
• Bila terdapat kelebihan harus disisihkan
• Siapkan label
Pemasangan Label
1. Menentukan urutan kegiatan memilah
2. Mengamati barang-barang yang akan dipilah
a. Barang-barang yang kecil ukurannya disatukan dalam satu kotak
b. Barang yang tak diperlukan dipasang LABEL
c. Tetapkan tempat penampungan barang yang tak dipakai
d. Kalau ada barang yang terlewat, ulangi langkah terdahulu
e. Buat foto dokumentasi sebelum dan sesudah SEIRI
Menghindarkan Adanya Barang yang Tidak Diperlukan di Tahap SEIRI
• Langkah seiri atau ringkas ini cenderung untuk tindakan pencegahan agar seluruh material dan barang dapat dipakai atau terhindar dari adanya barang yang tidak diperlukan.
• Pencegahan ini akan lebih efektif apabila seluruh personil telah menyadari pentingnya tahap ringkas, akan lebih baik lagi bila telah menjadi budaya kerja. Untuk mengukur penerapan tahap ringkas ini sebagai budaya kerja, maka memerlukan perhatian, kesadaran dan kepedulian seluruh karyawan tentang barang yang tidak diperlukan.
• Apabila masih ditemukan barang dan material yang tidak diperlukan berarti kesadaran dan kepedulian
RINGKAS belum menjadi budaya.
SEITON atau RAPI atau PENATAAN, yang artinya adalah MERAPIKAN atau MENATA BARANG YANG DIPERLUKAN.
• Barang yang akan dikerjakan harus tertata rapi ditempatnya
• Barang yang tidak/belum dikerjakan harus dijauhkan dari tempat kerja, tetapi masih berada dalam wilayah kerja
• Sampah atau Scrap dibuang pada tempat yang disediakan untuk tempat sampah
• Barang yang diperlukan di tempat lain telah benar-benar berada di tempat yang telah ditentukan
Metode penerapan SEITON
1. Siapkan label SEITON
2. Buat pedoman penyusunan
3. Identifikasi semua barang
4. Barang yang bukan pada tempatnya ditempeli label SEITON
5. Lakukan secara bertahap
6. Setelah tersusun beri label untuk mempermudah pencarian
Menghindari ketidakrapian di tahapan SEITON
Apabila tahap rapi telah dijalankan, namun masih terdapat ketidakrapian, maka akan timbul pertanyaan mengapa?
Disamping itu juga sejauh mana kesadaran karyawan akan pentingnya kerapian dilingkungan kerja, secara bertahap merapikan tempat kerja dan lingkungan kerja harus menjadi “Budaya Kerja“ bagi setiap karyawan dan keteladanan pimpinan atau tim manajemen, budaya kerja untuk bekerja rapi harus terus menerus ditanamkan kepada seluruh karyawan secara bertahap dan menjadi agenda yang berkesinambungan.
SEISO berarti RESIK atau PEMBERSIHAN dengan sasaran yakni tempat kerja dan peralatan kerja yang resik atau bersih.
Tiga tahap kegiatan SEISO
1. Sifat operasi kebersihan
• Temukan sebab kekotoran
• Lakukan pembersihannya
2. Obyek pembersihan
• Tempat kerja
• Peralatan kerja
3. Mencegah kerusakan
• Cari penyebab kerusakan pada peralatan
• Penggunaan peralatan secara tepat sesuai fungsinya
Peran karyawan merupakan indikator keberhasilan budaya kerja
Membiasakan bekerja dalam tahab RESIK untuk menjadi bagian dari budaya kerja belum tentu mudah, karena ada unsur perubahan perilaku seseorang, akan tetapi hal itu dapat diupayakan secara bertahap, melalui:
• Komitmen pimpinan yang disertai dengan keteladanan
• Kampanye program RESIK
• Sistem yang mampu dikerjakan oleh karyawan
• Sarana dan prasarana cukup
Membersihkan tempat yang kotor adalah penting, tetapi yang lebih penting bagaimana menghindarkan munculnya kembali kotoran yang terjadi.
Metode penerapan SEISO
1. Sebelum dan sesudah pembersihan
a. Mengumpulkan data
b. Menganalisa data
2. Siapkan Lakban Merah, Kuning dan Lak/Tipp Ex
a. Lakban Merah, tempel dibagian peralatan yang rusak (tidak dapat diperbaiki pada hari itu)
b. Lakban Kuning, tempel dibagian peralatan yang rusak (segera dapat diperbaiki)
c. Tipp Ex, untuk baut/mur yang agak longgar (setelah dpt dikencangkan ditandai Tipp Ex untuk mudah diperbaiki)
d. Buatkan daftar peralatan yang akan digunakan
3. Siapkan Formulir Bentuk 1,2 dan 3
a. Bentuk 1: untuk mencatat peralatan yang rusak dan tidak dapat diperbaiki
b. Bentuk 2: untuk mencatat peralatan yang rusak tapi dapat diperbaiki
c. Bentuk 3: memeriksa semua bagian mesin/peralatan dengan seksama, terutama bagian yang sensitif
Membudayakan kebersihan & pemeriksaan tahap SEISO atau RESIK
Untuk memperlancar kegiatan RESIK maka diperlukan pemeriksaan dan langkah-langkah yang meliputi: langkah 1 sd 5.
SEIKETSU berarti merawat atau mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang sudah baik.
Tujuan dan sasarannya antara lain:
• Mempertahankan kondisi lingkungan kerja yang sudah baik
• Harus ada standard yang seragam, dalam pemberian label petunjuk pada semua kondisi operasi
• Memeriksa keadaan tempat kerja dean peralatan yang digunakan
• Tersedia tempat sampah
Dalam tahap rawat ini mempertahankan adalah lebih sulit dibandingkan dengan meraih, karena mempertahankan membutuhkan konsistensi bekerja secara berkesinambungan. Mempertahankan kondisi tempat kerja yang sudah baik ini diperlukan peran serta seluruh karyawan untuk berpartisipasi. Seluruh karyawan harus mempunyai tekad yang sama untuk mempertahankannya yaitu dengan tiga prinsip:
• Tidak ada barang yang tidak perlu
• Tidak berserakan
• Tidak kotor
Kaidah Panduan SEIKETSU:
• Semua karyawan terlibat dan bertanggung jawab atas pelaksanaan 5-S
• Rasa bertanggung jawab harus dibudayakan
• Bersih itu mahal, tetapi kotor jauh lebih mahal
• Petugas penanggung jawab area adalah penanggung jawab kebersihan, tetapi cleaning service sebagai pendukung kebersihan
Metode penerapan SEIKETSU
1. Secara individu dibebani tugas perawatan, baik tempat kerja maupun peralatan.
2. Sampah/kotoran dibuang pada tempat yang telah disediakan, sebab tidak hanya petugas cleaning service saja yang harus bertanggung jawab.
3. Dibudayakan.
Tahap RAWAT merupakan kelanjutan dari tahap RESIK oleh karena itu pemantauan dan evaluasi kegiatan tahap RESIK perlu dilakukan:
1. Adakah barang yang tidak diperlukan masih berada disekeliling anda?
2. Apakah peralatan yang tidak digunakan dapat segera diambil?
3. Apakah RESIK dilakukan setiap pagi?
4. Apakah RESIK dilakukan setiap hari setelah bekerja?
5. Sejauh mana peran serta karyawan untuk bekerja rapi?
SHITSUKE berarti RAJIN atau PEMBIASAAN, dengan tujuan agar setiap karyawan terbiasa untuk membina disiplin diri. Ini artinya:
• Karyawan harus mau, mampu dan berani mengubah perilaku ke arah yang terkendali.
• Perubahan sikap harus sesuai dengan nilai-nilai budaya
• Berusaha terus menerus untuk meningkatkan prestasi yang telah dicapai
• Lakukan apa yang harus dilakukan dan jangan lakukan apa yang tidak boleh dilakukan
• Bersedia untuk saling mengingatkan & diingatkan segala sesuatu harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan
Manfaat Shitsuke
1. Tidak ada pemborosan
2. Lingkungan kerja dan k3 terdukung
3. Pemeliharaan mesin dapat dilakukan lebih baik
4. Kemungkinan cacat produk terhindarkan
5. Pelayanan tepat waktu
6. Tidak ada keluhan/complaint dari pelanggan
7. Kesejahteraan karyawan meningkat
Pengendalian visual ditempat kerja sebagai bagian dari tahap shitsuke atau rajin
• Langkah awal dalam tahap rajin yaitu mengendalikan secara visual ditempat kerja.
• Apakah program 5-s telah diterapkan dan sekaligus telah menjadi budaya kerja?
• Siapapun bisa menilai secara obyektif tanpa dipengaruhi oleh siapapun.
Dalam rangka mengendalikan secara visual ditempat kerja hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain sebagai berikut:
1. Selalu terbuka dalam memberikan masukan atau kritik terhadap kondisi tempat kerja
2. Menerima kritik atau masukan pada dasarnya akan memperkuat penerapan 5S
3. Bila terjadi masalah segera lakukan tindakan perbaikan khususnya oleh personil bagian yang terkait
Home » Posts filed under Information
PANITIA PEMBINA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (P2K3)
Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja menyediakan suatu kerangka dasar untuk pencegahan terjadinya kecelakaan dan timbulnya penyakit akibat kerja di tempat kerja. Kunci utama dari inti UU Keselamatan Kerja tersebut adalah keterlibatan tenaga kerja dan pengurus serta organisasi kerja yang ada di dalamnya untuk meningkatkan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Keterlibatan tenaga kerja di tempat kerja dapat dicapai antara lain melalui; adanya perwakilan tenaga kerja untuk K3 dan pembetukan organisasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Selanjutnya dalam Permenaker No. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja, Pasal 1 (d) dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan Panitian Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang selanjtunya disebut P2K3 adalah badan pembantu di tempat kerja yang merupakan wadah kerjasama antara pengusaha dan pekerja untuk mengembangkan kerjasama saling pengertian dan partisipasi efektif dalam penerapan K3.MENGAPA P2K3 DIPERLUKAN
Seperti apa yang tertuang di dalam UU Keselamatan Kerja, Pasal 10 (1) dinyatakan bahwa “Menteri Tenaga Kerja berwenang membentuk P2K3 guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang K3, dalam rangka melancarkan usaha produksi.” Yang dimaksud dengan memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif adalah suatu bentuk keterlibatan (involvement) dari kedua belah pihak. Sedangkan tugas dan kewajiban dari kedua belah pihak adalah melancarkan usaha produksi melalui peningkatan kinerja K3. Dalam hal ini, P2K3 mempunyai peran central di dalam menjamin kinerja K3 di tempat kerja.
Perubahan kinerja K3 kearah yang lebih baik akan lebih mudah dicapai apabila antara pengurus atau pihak manajemen dengan tenaga kerja bekerja sama (melalui forum P2K3), saling berkonsultasi tentang potensi bahaya, mendiskusikannya dan mencari solusi atas semua masalah K3 yang muncul di tempat kerja. P2K3 sebagai wadah forum rembuk K3 dapat membawa pengurus dan perwakilan tenaga kerja bersama-sama untuk mempertimbangkan isu-isu umum K3 di tempat kerja secara luas, merencanakan, melaksanakan dan memantau program-program K3 yang telah dibuat.
APA SYARAT PEMBENTUKAN P2K3
Permenaker No. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja Pasal 2, mensyaratkan bahwa setiap tempat kerja dengan kriteria tertentu pengusaha atau pengurus WAJIB membentuk P2K3. Kriteria tempat kerja dimaksud ialah:
a) Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang atau lebih;
b) Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan kurang dari 100 orang, akan tetapi menggunakan bahan, proses dan instalasi yang mempunyai resiko yang besar akan terjadinya peledakan, kebakaran, keracunan dan penyinaran radioaktif.
Selanjutnya pada Pasal 3 (3) dinyatakan bahwa “P2K3 ditetapkan oleh Menteri atau pejabat yang ditunjuknya atas usul dari pengusaha ataua pengurus yang bersangkutan”. Dengan demikian inisiatif pembentukan P2K3 di tempat kerja atau perusahaan harus mucul dari pengurus atau pengusaha yang didasarakan pada kesadaran untuk memenuhi kewajiban seperti yang ditetapkan dalam peraturan perundangan.
Terdapat beberapa hal penting sebagai dasar pertimbangan pada saat pembentukan P2K3. Tujuan pembentukan P2K3 harus dapat menjamin bahwa organisasi yang akan dibentuk merupakan perwakilan seluruh komponen yang ada di tempat kerja. Konsultasi antara pihak manajemen dengan pekerja harus terfokus pada pengembangan struktur P2K3 yang betul-betul sesuai dengan kebutuhan tempat kerja atau perusahaan. Pada saat memutuskan kebutuhan organisasi P2K3 yang sesui dengan tempat kerja atau perusahaan dan dapat memenuhi tuntutan peraturan perundangan, hal-hal yang harus difikirkan antara lain adalah :
Besar kecilnya tempat kerja atau perusahaan;
Jenis operasional dan pengaturan tempat kerja;
Potensi bahaya dan tingkat resiko yang ada di tempat kerja;
Calon-calon anggota dari setiap kelompok kerja yang akan mengisi struktur organisasi; dan
Ukuran ideal organisasi yanag dapat bekerja secara efektif.
Pada perusahaan besar atau tempat kerja yang luas akan diperlukan jumlah yang lebih besar kelompok kerja yang akan ditunjuk. Jika P2K3 mempunyai banyak anggota maka akan diperlukan suatu upaya atau perjuangan untuk dapat bekerja secara efektif. Untuk itu, mungkin perlu membuat lebih dari satu organisasi K3 dan selanjutnya tinggal mengatur untuk langkah koordinasi diantara mereka. Hal yang perlu disadari bahwa terlalu banyak atau terlalu sedikit anggota P2K3 akan menimbulkan suatu permasalahan, untuk itu harus dibuat atau disusun struktur organisasi yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
SIAPA YANG HARUS MENJADI ANGGOTA P2K3
Berdasarkan Pasal 3, Permenaker No. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja dinyatakan bahwa:
1) Keanggotaan P2K3 terdiri dari unsur pengusahan dan pekerja yang susunannya terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota
2) Sekretaris P2K3 ialah Ahli Keselamatan Kerja dari perusahaan yang bersangkutan
3) Ketua P2K3, diupayakan dijabat oleh pimpinan perusahaan atau salah satu pengurus perusahaan
Agar organisasi P2K3 dapat berjalan dengan baik, maka susunan anggota sekurang-kurangnya separuhnya adalah dari perwakilan pekerja. Anggota dari perwakilan pekerja, pertama-tama dipilih dari orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang proses kerja dan potensi bahaya yang ada di tempat kerjanya. Demikian juga dengan perwakilan dari pihak manajemen atau pengurus, diupayakan suatu perwakilan yang berasal dari jajaran manajer, supervisor, personnel officers atau profesional K3 yang dapat memberikan informasi atau masukan di dalam membuat kebijakan perusahaan, kebutuhan produksi dan hal-hal teknis perusahaan lainnya. Selanjutnya jumlah anggota P2K3 yang ideal agar fungsi organisasi dapat berjalan dengan efektif adalah sebagai berikut:
1) Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 100 orang atau lebih, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 12 orang terdiri dari 6 orang perwakilan pekerja dan 6 orang dari perwakilan pengurus perusahaan atau pihak manajemen.
2) Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja 50 orang s/d 100 orang, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang terdiri dari 3 orang perwakilan pekerja dan 3 orang dari perwakilan pengurus perusahaan atau pihak manajemen.
3) Perusahaan yang mempunyai tenaga kerja kurang dari 50 orang atau tempat kerja dengan tingkat resiko yang besar, maka jumlah anggota sekurang-kurangnya 6 orang terdiri dari 3 orang perwakilan pekerja dan 3 orang dari perwakilan pengurus perusahaan atau pihak manajemen.
Kadang-kadang sangat sulit untuk memutuskan, siapa yang dapat menjadi wakil pekerja dan siapa yang harus menjadi perwakilan pihak manajemen, karena disebagian besar tempat kerja semuanya adalah sebagai “pekerja”. Agar P2K3 dapat bekerja dengan baik, maka wakil manajemen harus diusulkan oleh pihak manajemen dan wakil pekerja harus diusulkan oleh para kerja itu sendiri dan bukan merupakan penunjukan dari pengurus perusahaan.
BAGAIMANA LANGKAH MEMBENTUK P2K3
Untuk dapat pembentukan organisasi P2K3 yang baik perlu suatu langkah-langkah efektif yang dimulai dari tahap persiapan dan dilanjutkan dengan tahap pelaksanaan pembentukan.
TAHAP PERSIAPAN
Internal perusahaan harus mempersiapkan pembentukan P2K3 yang meliputi hal-hal sebagai berikut:
Membuat Kebijakan K3. Pengurus harus terlebih dulu menggariskan dan menjalankan pokok-pokok kebijakan K3 secara umum dan menetapkan maksud tujuan untuk membentuk P2K3. Kebijakan K3 tersebut lazin disebut sebagai “SAFETY AND HEALTH POLICY”. Secara garis besar kebijakan tersebut berupa penegasan bahwa:
K3 merupakan salah satu faktor yang tidak dapat diabaikan dalam kelancaran proses produksi perusahaan
Pimpinan perusahaan bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan usaha K3 di perusahaannya
Semua personel mulai dari top manajemen sampai garis organisasi perusahaan paling bawah harus memahami dan ikut aktif di dalam segala kegiatan K3 yang diselenggarakan oleh perusahaan
Perlu dilakukan pembinaan dan latihan secara terus menerus untuk peningkatan kinerja K3
Pengawasan dan pelaksanaan semua ketentuan K3 yang telah digariskan
Perlu penyediaan anggaran operasional yang cukup
P2K3 berfungsi sebagai penggerak dilaksanakannya K3 di perusahaan
Kebijakan K3 harus dituangkan secara tertulis. Hal ini penting bagi semua pihak yang terkait dengan K3 perusahaan dan beberapa alasan penting seperti:
Mempermudah pelaksanaan kebijakan K3 yang telah ditetapkan
Mempermudah para pengawas K3 perusahaan melaksanakan kebijakan tersebut
Mempermudah para pekerja untuk mematuhi peraturan K3 beserta instruksi-instruksi teknisnya, dll.
Inventarisasi calon anggota P2K3. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan calon anggota yang dapat mewakili seluruh komponen atau unsur perusahaan. Dalam hal ini pengurus menyusun daftar calon anggota P2K3 yang telah dipilih dan diusulkan oleh masing-masing unit kerja baik dari pihak perwakilan pekerja maupun perwakilan pihak manajemen.
Konsultasi dengan pihak pemerintah, khususnya dinas atau kantor yang membidangi ketenagakerjaan setempat untuk mendapatkan petunjuk-petunjuk teknis yang diperlukan berkaitan dengan pembentukan P2K3.
TAHAP PELAKSANAAN PEMBENTUKAN
Setelah pengurus berhasil mendapatkan dan menyusun calon anggota P2K3, maka langkah berikutnya adalah melakukan pembentukan P2K3 secara resmi. Selanjutnya pimpinan perusahaan atau pengurus menyampaikan usulan pembentukan P2K3 kepada Menteri Tenaga Kerja melalui Dinas atau Kantor yang membidangi ketenagakerjaan setempat untuk mendapatkan pengesahan dari Menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai peraturan yang berlaku.
APA TUGAS DAN FUNGSI P2K3
Operasional nyata P2K3 mencerminkan siapa yang duduk dalam organisasi, seberapa matang organisasi dipersiapkan untuk dapat bekerja secara efektif dan apa yang mereka kerjakan untuk meningkatkan kinerja K3 perusahaan.
Sebagai referensi tugas dan fungsi P2K3, Permenaker No. PER-04/MEN/1987 tentang P2K3 serta Tata Cara Penunjukan Ahli Keselamatan Kerja Pasal 4 (1) menyatakan bahwa “P2K3 mempunyai TUGAS memberikan saran dan pertimbangan baik diminta maupun tidak kepada pengusaha atau pengurus mengenai masalah K3”. selanjutnya untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut, maka P2K3 mempunyai fungsi:
a. Menghimpun dan mengelola data tentang K3 di tempat kerja
b. Membantu menunjukkan dan menjelaskan kepada setiap tenaga kerja:
Berbagai faktor bahaya di tempat kerja yang dapat menimbulkan gangguan K3, termasuk bahaya kebakaran, peledakan serta cara penanggulangannya
Faktor yang dapat mempengaruhi efisiensi dan produktivitas kerja
Alat pelindung diri bagi tenaga kerja yang bersangkutan
Cara dan sikap yang benar dan aman dalam melaksanakan pekerjaannya
c. Membantu pengusaha atau pengurus dalam:
Mengevaluasi cara kerja, proses dan lingkungan kerja
Menentukan tindakan koreksi dengan alternatif berbaik
Mengembangkan sistem pengendalian bahaya terhadap K3
Mengevaluasi penyebab timbulnya kecelakaan, penyakit akibat kerja serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan
Mengembangkan penyuluhan dan penelitihan di bidang keselamatan kerja, higene perusahaan, kesehatan kerja dan ergonomi
Melaksanakan pemantauan terhadap gizi kerja dan menyelenggarakan makanana di perusahaan
Memeriksa kelengkapan peralatan keselamatan kerja
Mengembangkan pelayanan kesehatan kerja
Mengembangkan laboratorium K3, melakukan pemeriksaan laboratorium dan melaksanakan interpretasi hasil pemeriksaan
Menyelenggarakan administrasi keselamatan kerja, higene perusahaan dan kesehatan kerja
d. Membantu pimpinan perusahaan menyusun kebijakan manajemen dan pedoman kerja dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan kerja, higene perusahaan, kesehatan kerja, ergonomi dan gizi tenaga kerja.
Agar fungsi P2K3 tersebut dapat berjalan dengan efektif, maka tugas-tugas pengurus harus diuraikan secara jelas dalam bentuk “Job Discribtion” antara lain sebagai berikut:
1) Tugas Ketua P2K3
Memimpin semua rapat pleno P2K3 atau menunjuk pengurus lainnya untuk memimpin rapat pleno
Menentukan langkah kebijakan demi tercapainya pelaksanaan program-program yang telah digariskan organisasi
Mempertanggung jawabkan pelaksanaan K3 di perusahaannya kepada pemerintah melalui pimpinan perusahaan
Mempertanggung jawabkan program-program P2K3 dan pelaksanaannya kepada direksi perusahaan
Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan program-program K3 di perusahaan, dll.
2) Tugas Wakil Ketua
Melaksanakan tugas-tugas ketua dalam hal ketua berhalangan dan membantu pelaksanaan tugas ketua sehari-hari
3) Tugas Sekretaris
Membuat undangan rapat dan membuat notulen rapat
Memberikan bantuan atau saran-saran yang diperlukan olek seksi-seksi untuk kelancaran program-program K3
Membuat laporan ke departemen-departemen perusahaan tentang adanya potensi bahaya di tempat kerja, dll.
4) Tugas Anggota
Melaksanakan program-program yang telah ditetapkan sesuai dengan bidang tugas masing-masing
Melaporkan kepada ketua atas setiap kegiatan yang telah dilaksanakan, dll.
BERAPA SERING PERTEMUAN P2K3 DISELENGGARAKAN
Secara efektif P2K3 dapat mengadakan pertemuan atau sidang rutin sekurang-kurangnya adalah 3 bulan sekali. P2K3 mungkin dapat memutuskan untuk mengadakan pertemuan lebih sering, dan di sebagian besar tempat kerja, P2K3 mengadakan pertemuan setiap bulan agar mereka lebih mampu menangani isu-isu K3 di tempat kerja, menyusun rencana, menerapkan dan memantau program-programnya secara efektif. Suatu hal yang sangat penting adalah bagaimana selalu menjaga antusia dan komitment seluruh pengurus dan anggota P2K3.
Pertemuan/sidang-sidang secara reguler akan dapat membantu dan dengan menetapkan tanggal khusus pertemuan (seperti; senin pertama atau sabtu pertama setiap bulan), sehingga memudahkan seluruh anggota untuk mengingat dan menghadiri pertemuan serta dapat menyesuaikan dengan aktivitas kerja lainnya. Namun demikian, pertemuan dapat ditunda apabila sekurang-kurangnya separuh anggota menghendaki dengan berbagai alasan dan kepentingan perusahaan. Frequensi pertemuan mungkin tergantung dari berbagai faktor antara lain:
Volume pekerjaan yang harus diselesaikan oleh P2K3
Ukuran tempat kerja atau area yang harus ditangani oleh P2K3
Jenis pekerjaan yang dilakukan
Potensi bahaya dan tingkat resiko yang ada di tempat kerja atau area yang harus ditanganinya
Adanya perubahan proses operasi di tempat kerja
Pembelian peralatan baru atau pengenalan sistem kerja baru dan
Pengenalan atau sosialisasi peraturan perundangan baru yang relevan
Di samping pertemuan/sidang rutin, P2K3 dapat mengadakan sidang khusus terutama bila menghadapi hal-hal yang bersifat mendadak, seperti setelah terjadi kecelakaan kerja atau kerugian-kerugian yang diakibatkan oleh proses kerja. Dalam sidang sebaiknya dibicarakan materi-materi yang menyangkut permasalah K3 di tempat kerja atau masalah-masalah lain yang relevan dengan peningkatan kinerja K3 seperti:
Membahas hasil evaluasi program kerja yang telah dilaksanakan
Menyusun rekomendasi tentang cara pencegahan dan pengendalian potensi bahaya yang ditemukan
Menyusus program pelatihan K3 bagi karyawan perusahaan
Mereview efektifitas sarana pengendalian resiko yang telah dilaksanakan
Hal-hal lain yang relevan, seperti merencanakan untuk memperingati bulan K3 di perusahaan.
Dalam setiap pertemuan/sidang-sidang P2K3 dapat mengundang para supervisor atau kepala unit kerja yang berkaitan dengan masalah yang sedang dibicarakan. Hal ini penting, agar para tenaga kerja dapat mengetahui dan mengikuti seluruh kegiatan yang diprogramkan oleh panitia.
BAGAIMANA P2K3 DAPAT BEKERJA SECARA EFEKTIF
Terdapat banyak cara yang dapat dilakukan agar organisasi P2K3 dapat berjalan dan berfungsi secara efektif:
a) Para perwakilan yang duduk dalam organisasi P2K3 harus betul-betul mengerti tentang kondisi yang ada di dalam tempat kerja. Hal ini dapat mengurangi kebingungan tentang prosedur kerja dan pengaturan K3 di tempat kerja.
b) P2K3 memerlukan dukungan dari manajemen untuk dapat bekerja secara efektif. Dukungan yang diperlukan antara lain berupa:
Penyediaan informasi mengenai tempat kerja dan proses-prosesnya
Penyediaan waktu dan fasilitas untuk menyelenggarakanpertemuan
Menganjurkan para anggota P2K3 untuk mengikuti training K3
Penyediaan data statistik, laporan dan bahan referensi yang diperlukan
Pengesahan aktivitas-aktivitas P2K3, dll.
c) Panitia harus mengadakan pertemuan secara reguler. Frekuensi pertemuan mungkin sebulan sekali, tiga bulan sekali atau tergantung kebutuhan.
d) P2K3 harus mempunyai suatu kejelasan tujuan yang dimengerti oleh seluruh anggotanya.
e) P2K3 harus mempunyai agenda yang tersusun untuk setiap pertemuan, sehingga program yang direncanakan dapat dilaksanakan dengana baik. Setiap anggota P2K3 harus mempunyai kesempatan yang sama untuk menyumbangkan hal-hal yang diagendakan.
f) Suatu hal yang sangat penting adalah bahwa salah satu senior manajer harus duduk di dalam kepengurusan, sehingga setiap keputusan dapat segera diambil.
g) Efektivitas kerja P2K3 sangat ditentukan oleh kemampuan personel yang terlatih baik dari sisi manajemen maupun dari sisi pekerja. Dengan demikian, pemahaman tentang isu-isu K3 sangat vital dan dipahami oleh kedua belah pihak.
h) Peran dari ahli K3 di dalam P2K3 adalah sebagai penasehat atau pemberi saran, sehingga harus berada pada posisi yang netral, tetapi memberikan saran teknis dan informasi lainnnya yang diperlukan untuk kepentingan organisasi.
i) Perwakilan pekerja yang duduk didalam keanggotaan P2K3 harus dipilih oleh para pekerja dan mencerminkan keberadaan berbagai serikat pekerja yang ada di tempat kerja.
j) Kehadiran secara reguler oleh seluruh anggota P2K3 merupakan hal yang penting, dan tidak hanya untuk membangun hubungan di dalam organisasi, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa anggota melihat K3 sebagai suatu prioritas. Kehadiran secara reguler dari anggota juga dapat membantu mengembangkan kerjasama didalam penyelesaian masalah-masalah K3 yang dihadapi.
BAGAIMANA P2K3 MELAPORKAN KEGIATANNYA
Atas operasioanal kegiatan P2K3, maka ketua P2K3 harus membuat dan menyampaikan laporan secara reguler baik kepada pemerintah maupun kepada pimpinan perusahaan yang bersangkutan. Laporan kegiatan P2K3 kepada pemerintah disampaiakan kepada Kepala Dinas atau kepala Kantor yang membidangi ketenagakerjaan kabupaten atau kota setempat dalam bentuk laporan triwulan dan ditembuskan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi dan Dewan K3 Propinsi. Sedangkan laporan kepada pimpinan perusahaan yang bersangkutan dibuat dan disampaikan setiap setelah diselenggarakan pertemuan baik pertemuan rutin maupun pertemuan khusus.
Home » Posts filed under Information
PERAN PROFESI AKUNTANSI MANAJEMEN
PERAN PROFESI AKUNTANSI MANAJEMEN MENJADI SEORANG 'HYBRID MANAGER'
Dalam persaingan dunia kerja dewasa ini, khususnya persaingan dalam menduduki jabatan strategis di level managerial suatu perusahaan atau organisasi lainnya sangatlah ketat. Berbagai latar belakang pendidikan, pengalaman, kepemimpinan, dan kemampuan dalam memecahkan masalah serta pemikiran strategis adalah persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi manajer atau pimpinan yang mumpuni.
Namun bagaimana peranan profesi berlatar belakang keahlian akuntansi dapat bersaing dengan profesi lainnya, misalnya pendidikan ilmu pasti (sains). Jika kita amati banyak para manajer di perusahaan yang berasal dari pendidikan non ekonomi (insinyur atau sarjana teknik). Sedangkan dari latar belakang ekonomi khususnya jurusan akuntansi diberikan kepercayaan mengerjakan pekerjaan yang hanya berkutat dengan angka-angka seperti akuntansi, administrasi dan keuangan.
Dewasa ini pandangan bidang akuntansi mulai mengalami terobosan baru (breakthrough). Selama ini profesi yang selama ini banyak dikenal dibidang akuntansi hanyalah akuntansi keuangan, audit, dan pajak. Namun hanya sedikit orang yang mengetahui mengenai profesi akuntan manajemen. Hal ini wajar karena kebutuhan entitas bisnis akan profesi ini belum menjadi kebutuhan utama. Tetapi jika kita lihat prestasi-prestasi perusahaan besar khususnya yang berasal dari luar negeri yaitu AS dan Eropa, mereka dapat mengalami kemajuan pesat tidak terlepas dari peranan akuntansi manajemen didalamnya. Para akuntan manajemen inilah yang memiliki kesempatan besar menjadi Hybrid Manager yang menghasilkan nilai tambah (added value) dalam aktivitas bisnisnya.
Untuk menjadi Hybrid Manager, seorang akuntan manajemen harus bisa menguasai lingkungan bisnisnya secara teknis dan strategis. Akuntan manajemen harus lebih mengasah kemampuannya lebih banyak secara strategis. Akuntan manajemen harus mampu berpikir strategik, membaca peluang yang ada, memimpin organisasinya secara efektif dan efisien. Seorang akuntan manajemen yang mumpuni memang harus dibekali keilmuan-keilmuan lain dilluar keilmuan lain yang selama ini mereka geluti. Akuntan manajemen dituntut memiliki kompetensi yang tinggi sehingga mampu melakukan pekerjaan sesuai dengan stándar yang ditetapkan dalam lingkungan kerja nyata. Untuk itu seorang akuntan manajemen dituntut memiliki knowledge, skill, dan attitude profesionalisme yang tinggi dalam bidang terkait seperti bidang akuntansi manajemen, manajemen keuangan, bisnis, dan manajemen informasi. Dengan demikian seorang akuntan manajemen memiliki kemampuan intelectual, strategis, teknis dan fungsional, kemampuan personal, komunikasi dan interpersonal skill, serta kemampuan manajemen dan organizational dalam bidang dituju. Oleh karena itu agar dapat bersaing dengan bidang keilmuan lainnya, akuntansi manajemen dapat membantu anda menjadi seorang hybrid manager.
Home » Posts filed under Information
URL ABCs
Kalau nggak ada ide nulis, conteklah Priyadi. So, here are my URL ABCs:
A is for Adara Wijayanti – My Princess and Lovely
B is for blogshares.com – Belajar maen saham
C is for clients.nic.lv – Lovely domain regs
D is for deplu.go.id – Cari nama dubes
E is for exclusive.blogsome.com – My pictures
F is for forumponsel.com – Window shopping
G is for gkg.net – Modifikasi domain
H is for harry.sufehmi.com – A nice pal
I is for Ira Yuniarti –Pendiri blog ini
J is for jkt1.detikinet.com – Ugh, kok jkt1 sih?
K is for kompas.com – Duh, narsis
L is for login.yahoo.com – Padahal aku nggak punya mail di yahoo
M is for modaco.com – Yang aku ketik adalah smartphone.modaco.com
N is for news.google.com – Berita harian
O is for ourmedia.org – Tempat menyimpan dokumen online
P is for priyadi.net – Semua pengisi kuis ini lari ke sini
Q is for quotationspage.com – Cari kata-kata tokoh tertentu
R is for ruby-lang.org – Apa yang baru di Ruby?
S is for sciam.com – Ada beda otak cewek dengan cowok
T is for tempointeraktif.com – Lumayan, daripada Kompas dan Detik
U is for uk.yahoo.com – Duh, yahoo lagi
V is for vikingkarwur.com – VK
W is for wsmdomains.com – Domain apa yang baru expired hari ini?
X is for xfiles.com – The truth is not here
Y is for yahoo.co.id – Buat cari yang iseng-iseng
Z is for zoneedit.com – DNS
READ MORE - URL ABCs
A is for Adara Wijayanti – My Princess and Lovely
B is for blogshares.com – Belajar maen saham
C is for clients.nic.lv – Lovely domain regs
D is for deplu.go.id – Cari nama dubes
E is for exclusive.blogsome.com – My pictures
F is for forumponsel.com – Window shopping
G is for gkg.net – Modifikasi domain
H is for harry.sufehmi.com – A nice pal
I is for Ira Yuniarti –Pendiri blog ini
J is for jkt1.detikinet.com – Ugh, kok jkt1 sih?
K is for kompas.com – Duh, narsis
L is for login.yahoo.com – Padahal aku nggak punya mail di yahoo
M is for modaco.com – Yang aku ketik adalah smartphone.modaco.com
N is for news.google.com – Berita harian
O is for ourmedia.org – Tempat menyimpan dokumen online
P is for priyadi.net – Semua pengisi kuis ini lari ke sini
Q is for quotationspage.com – Cari kata-kata tokoh tertentu
R is for ruby-lang.org – Apa yang baru di Ruby?
S is for sciam.com – Ada beda otak cewek dengan cowok
T is for tempointeraktif.com – Lumayan, daripada Kompas dan Detik
U is for uk.yahoo.com – Duh, yahoo lagi
V is for vikingkarwur.com – VK
W is for wsmdomains.com – Domain apa yang baru expired hari ini?
X is for xfiles.com – The truth is not here
Y is for yahoo.co.id – Buat cari yang iseng-iseng
Z is for zoneedit.com – DNS
Home » Posts filed under Information
Information: SOCIAL NETWORK NOW IS HORRIBLE
The current technology growing more rapidly, one social networking. Interest in social networking will be more and more, now even primary school students also have social networking. Unfortunately, current social networks more daunting.
Some cases have occurred involving social networking ranging from fraud and kidnapping. And recently a girl experiencing abductions where the perpetrator is a friend that recently he had known of the social network. Not only kidnapped but also raped, it's terrible.
Social networking is one of the means for us to make new friends, and not only of one country but of the entire country.
Its use is quite easy and plus there is no specific criteria for access so that social networking can be said to be popular with all ages. Unfortunately, for some people do not use social networking as their function. They utilize sophistication to crime, abuse, etc..
In recent events concerned with social networks more and more. It's for parents today must be increasingly vigilant guard her children. Schools also helped aid the parents to provide a more detailed knowledge about things like this. All of these events is not solely one of the perpetrators but rather because of the opportunities that exist and be used by the perpetrators.
I hope that things like this can be minimized by providing extra surveillance in children who already understand the technology, particularly the use of social networking. And I hope for the victims of the family, school, and the environment can support morally. As can be ascertained that the victim usually experienced something like psychological shock that will eventually be shut down.
Home » Posts filed under Information
Research: Social Networks More Attractive Than Sex
A study found kesimpulkan that, for those who are avid Internet era lifestyle, check Facebook or Twitter is more interesting than sex temptation.
Week-long poll held in Germany by the Faculty of Business University of Chicago that found the fact that checking tweets pictures, comments, and other posts on social networking stronger temptation than sex and smoking.
"The desire for media (social) more difficult to resist because it is very easy to get and also because it is not too much to pay, even if people want to fight," said Wilhelm Hofmann, who chaired the study told the Los Angeles Times reported.
People of all ages, ranging from 18 years to 85 years, took part in this poll using a smart phone, the habit of checking their online community.
The survey participants were also asked a couple of things to explore their interest in sex, alcohol, cigarettes, and bribes.
And, according to this study, the desire to open up Facebook, Twitter, or other social networking the most difficult to play, even in the category of acute addiction.
"People can refrain from sex, the temptation to shop, or other temptations (instead of checking Facebook and Twitter)," said Hofmann.
Home » Posts filed under Information
Apple founder Expect iTunes on Android
KOMPAS.com - Apple has allowed software and online multimedia services iTunes running on Windows operating systems. But until now, Apple does not allow iTunes running on Google's mobile operating system.
Steve Wozniak, who co-founded Apple with Steve Jobs, really hope iTunes can run on Android. Wozniak who since February 1987 was no longer employed at Apple, was enjoying her life as a business technology and gadget lovers. He put on the iPhone, Android, and Windows Phone.
As an Android device owners, Wozniak would like to see Apple doing it.
"If you remember, we landed iTunes on Windows," said Wozniak told technology website Slashdot, Tuesday (02/10/2012). "So why not have iTunes available for Android. I love Apple products and iTunes, and hoping iTunes is on my Android."
He said, thanks to iTunes and iPod, Apple has taken over the market share of the global music download industry.
However, what is wanted Wozniak seems not to be realized by Apple. Because Apple and Android has always had a less cordial relationship. Moreover, the Android operating system is currently the leader of the global smartphone market share, which is far beyond the iPhone.
The late Steve Jobs once said, he was willing to spend a lot of money in the bank Apple to "thermonuclear war" with Android. Because, Jobs pointed Android is a stolen product idea mobile operating system iOS.
This is why Apple is often filed for a patent to the Android manufacturers such as Samsung, HTC, and Motorola Mobility.
Moreover, recently Apple are like giving a sign to escape from the shadow of Google, which owns Android. This is evident from the decision of Apple throwing YouTube and Google Maps application, as the default application on the iOS version 6.
Home » Posts filed under Information
Toyota 86 Amaze visitors AUTO show at the event IIMS 2012
In the event Auto Show Among the 30 units of Toyota's display at booth Indonesia International Motor Show on 20-30 September 2012. Besides Toyota Fortuner VN Turbo New in 2012 as Fortuner The best SUV. Apparently Toyota 86 became the center of attention of the visitors apart from the Prius Plug-in Hybrid, Robina and Humanoid Robot.
"Toyota would like to thank you for the support of all parties automotive enthusiasts who have helped the smooth and successful implementation of IIMS 2012. This achievement can not be separated from the extraordinary interest shown by the visitors of the programs and events at the Toyota booth, as well as the support of media partners in delivering the latest information about the activities of Toyota every day, "said President Director of PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan.
At IIMs this time, Toyota scooped four awards, namely Favorite Wide-Top Booth with 1.000m2, obtained Favorite Car Toyota 86, an award of Certification on CSR programs, as well as the Top 3 for the Miss Indonesia International Motor Show 2012.
Toyota is grateful for the enthusiasm of automotive enthusiasts who have extended Toyota lively participation in organizing the event Indonesia International Motor Show (IIMS) in JIExpo Kemayoran, Jakarta.
President Director of PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan said that Toyota had invited auto enthusiasts and visitors IIMS 2012 to jointly witness Toyota's commitment in providing and spreading goodness for the future through booth design, range of products on display, and the program of activities Toyota displayed, according to the theme of IIMS 2012, Goodness for Tomorrow.
Home » Posts filed under Information
CHEAP FLIGHTS serve 75% of the total passenger
JAKARTA: The number of passengers flying low-cost or low-cost carrier (LCC) in Indonesia is estimated to reach 75% of total passengers during 2012, namely 49.65 million during 2012.
No wonder the airlines compete to attract passengers to continue to expand.
Based on data from PT Citilink Indonesia, low cost airline, a subsidiary of PT Garuda Indonesia Tbk, Indonesia's total air passengers during 2012 an estimated 66.2 million people.
LCC aviation market growth in the country is on average 18% per year, while the overall market growth of national airlines (including full services) average of 16.3%.
Thus in 2015, LCC passengers expected to reach 80% or 72.48 million of the total 90.6 million people, "said the CEO of PT Citilink Indonesia Arif Wibowo when describing the business plan Citilink in Lombok, last weekend.
The high growth of LCC aviation market in the country is given Indonesia's economic growth that is sustained well above average 6% thereby increasing purchasing power.
Coupled with the growing middle economic class, and even middle class in Indonesia has reached over 100 million people.
Size of the Indonesian economy by gross domestic product (GDP) in six Asean countries contributed 43%, while in other Asean countries, Indonesia economic size reached 42%.
Based on the profile of transportation in Indonesia, the growth of the air transport market in 2011, the highest recorded 14.12% per year.
The growth of marine transportation diminishing the minus 11.81% in 2011, the railway grew 5.77% in 2011.
"This means no change in the pattern of using modes of transportation, from the user previously marine transport modes, switch to the aircraft," said Arif.
Home » Posts filed under Information
Advertising Media Social Networking sebagai penambah visitor Web/Blog kamu
Dengan memanfaatkan jejaring sosial sebagai media Advertising untuk meningkatkan traffic web kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa
Social Network/Jejaring Sosial merupakan cara yang ampuh dalam menggaet
pengunjung baru ke web kita. Selain gratis, jejaring sosial juga
menyediakan berbagai macam fitur yang bisa dinikmati oleh kalangan
masyarakat umum. Di Indonesia, situs jejaring sosial yang paling sering
dikunjungi adalah facebook dan twitter. Bagi orang-orang yang mendalami
dunia web, pasti sadar dan akan memanfaatkan momen ini dengan membuat
semisal akun berdasarkan nama web nya atau hanya sekedar konten yang
berisi link ke alamat web nya. Tapi tahukah kamu? Bahwa ternyata banyak
jejaring sosial didunia ini yang bisa kita manfaatkan sebagai batu
loncatan untuk mencari pengunjung selain facebook dan twitter. Dibawah
ini daftar 15 situs jejaring sosial yang banyak diminati diseluruh dunia
:
2 - Compete Rank
3 - Quantcast Rank
1 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
21 - Compete Rank
5 - Quantcast Rank
8 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
40 - Compete Rank
26 - Quantcast Rank
13 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
MySpace
57 - Compete Rank
64 - Quantcast Rank
181 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
Ning
796 - Compete Rank
392 - Quantcast Rank
444 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
Google Plus+
*NA* - Compete Rank
*NA* - Quantcast Rank
2 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
Tagged
431 - Compete Rank
310 - Quantcast Rank
240 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
orkut
8810 - Compete Rank
18814 - Quantcast Rank
478 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
hi5
2700 - Compete Rank
8093 - Quantcast Rank
629 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
myyearbook
522 - Compete Rank
293 - Quantcast Rank
1,036 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
Meetup
663 - Compete Rank
368 - Quantcast Rank
1385 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
Badoo
*NA* - Compete Rank
1570 - Quantcast Rank
128 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
bebo
6491 - Compete Rank
*NA* - Quantcast Rank
4208 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
mylife
*NA* - Compete Rank
609 - Quantcast Rank
1,881 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012
friendster
26498 - Compete Rank
23174 - Quantcast Rank
15045 - Alexa Rank.
Updated 10/2/2012















