Showing posts with label Financial Planning. Show all posts
Showing posts with label Financial Planning. Show all posts
Home » Posts filed under Financial Planning
Download Kalkulator Dana Pendidikan Si Kecil
Pada postingan sebelumnya saya telah memberikan Rumus Untuk Menghitung Dana Pendidikan si Kecil & Saya mengucapkan mohon maaf apabila pada postingan sebelumnya ada bagian yang kurang berkenan.
Rumus yang kemarin digunakan adalah rumus Future Value yakni rumus untuk menghitung suatu nilai tertentu selama periode tertentu. Jadi sebenarnya rumus FV tersebut bukan hanya untuk menghitung biaya pendidikan buah hati Anda saja, tapi bisa digunakan untuk menghitung perubahan nilai apa saja dimasa yang akan datang & memiliki tingkat inflasi. Ok...Lalu bagaimana Anda sudah mempraktekannya ?
Jika sudah, bagaimana hasilnya? cukup mengagetkan Anda bukan? Yah..mudah-mudahan saja pemerintah bisa menekan tingkat inflasi terutama di bidang pendidikan & mudah-mudahan juga anak kita nanti bisa menjadi anak yang pintar & bisa mengejar beasiswa sehingga tidak terlalu merepotkan kita amien...
Bagi yang belum menghitungnya mungkin karena sedikit bingung menggunakan rumusnya pada kakulator biasa. Maka pada kesempatan ini saya akan bagikan Kalkulatornya untuk mempermudah Anda menghitung biaya pendidikan buah hati Anda.
Sebenarnya ini bukan kalkulator tapi cuma spreed excel yang sudah saya buat sedemikian rupa dengan memasukan rumus Future Value :). Pada file excel tersebut anda tinggal menginput saja nilainya (bisa diatur sendiri sesuai perkiraan Anda) nanti akan otomatis terhitung hasilnya. Selain itu saya tambahkan sedikit beberapa faktor perhitungan seperti dana yang sudah anda siapkan & berapa jumlah yang harus disiapkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Untuk mendowloadnya silakan klik disini
Home » Posts filed under Financial Planning
Rumus Untuk Menghitung Biaya Pendidikan Si Kecil
Memiliki anak adalah hal yang sangat
menyenangkan bagi setiap keluarga baru dan pasti mereka menginginkan
hal-hal yang terbaik bagi anaknya tersebut terutama dalam hal
pendidikannya.
Keterangan :
READ MORE - Rumus Untuk Menghitung Biaya Pendidikan Si Kecil
Oleh karena itu banyak para
orang tua sudah mempersiapkan dana pendidikan anak-anak mereka sedini
mungkin, dengan cara menabung sebagian penghasilannya di berbagai tempat
seperti di bank, tabungan berjangka, asuransi pendidikan dan jenis
lainnya.
Kita sama-sama tahu biaya
pendidikan sekarang sangat mahal terutama biaya untuk menempuh
pendidikan di perguruan tinggi. Menurut survey biaya pendidikan di
perguruan tinggi yang baik saat ini adalah sebesar ±150 juta (biaya
kuliah plus biaya hidup selama 5 tahun).
Bayangkan berapa nilainya 15 atau 18 tahun kedepan? (akan naik/turun dr 150 jt?)
Betul,
jawabanya pasti akan naik. Untuk menghitung berapa biaya pendidikan si
kecil nantinya kita dapat menggunakan rumus berikut:
FV = PV x (1 + i )t
Keterangan :
- FV = Future Value ( Total Biaya Pendidikan Akan datang)
- PV = Present Value ( Total Biaya Pendidikan Saat ini )
- i = Tingkat inflasi
- t = Jangka waktu
Misal
Cita-cita ingin menyekolahkan anak di universitas swasta yang baik. Saat ini usia anak 2 tahun. Biaya kuliah saat ini di universitas swasta yang baik Rp 150 juta. Berapa besar dana yang dibutuhkan pada saat anak akan kuliah di usia 18 ?
Tingkat Inflasi 6 %
FV = PV x (1 + i )t
Angka yang cukup besar bukan ?
Cita-cita ingin menyekolahkan anak di universitas swasta yang baik. Saat ini usia anak 2 tahun. Biaya kuliah saat ini di universitas swasta yang baik Rp 150 juta. Berapa besar dana yang dibutuhkan pada saat anak akan kuliah di usia 18 ?
Tingkat Inflasi 6 %
FV = PV x (1 + i )t
FV = 150.000.000 x (1+0,06)16
FV = 381,052,753Angka yang cukup besar bukan ?
Apakah Anda punya dana sebesar tersebut ?
Kalau anda belum punya atau anda
belum mempersiapkannya dari sekarang berarti anda tidak punya hak untuk
memaksa anak-anak anda untuk rajin belajar.... Kenapa ?
Karena ketika mereka siap ingin
melanjutkan pendidikan mereka ke perguruan tinggi dan memiliki kemampuan
otak yang baik, tapi kita sebagai orang tua belum siap dalam segi dana.
Mereka pasti sangat kecewa…………………………………..
Saya mewakili anak-anak anda yang belum bisa berekspresi, memohon kepada anda untuk segeralah mempersiapkannya……,
Banyak orang peduli akan hal ini, anda peduli ?
Saya mewakili anak-anak anda yang belum bisa berekspresi, memohon kepada anda untuk segeralah mempersiapkannya……,
Banyak orang peduli akan hal ini, anda peduli ?
Home » Posts filed under Financial Planning
Manfaat Lebih Ikut Asuransi Saat Usia Masih Muda
"Saya masih muda, belum punya tanggungan jd ga perlu asuransi deh..."
jawaban itu sering saya jumpai ketika saya prospek kepada kebanyakan
anak muda tanpa tanggungan. Lalu apakah benar anak-anak muda yang baru
menyelesaikan bangku pendidikan & baru meniti karir mereka tidak
butuh asuransi?
Memang tujuan utama asuransi jiwa
adalah untuk mengganti penghasilan kepala keluarga / si pencari nafkah
apabila mereka meninggal dunia sehingga keluarga yang ditinggal tidak
terlantar. (ini pun diperintahkan oleh Allah dalam surat baqaroh :
240).
Klo melihat tujuan tersebut memang anak muda tanpa tanggungan belum pas untuk mempunyai asuransi jiwa, tetapi melihat perkembangan produk asuransi jiwa sekarang ini yang semakin baik & bagus contohnya asuransi jiwa unit link
yakni asuransi jiwa yang dikaitkan dengan investasi rasanya setiap
orang butuh deh mulai dari anak usia balita hingga usia lanjut wajib
punya. Lalu apa aja yah kira-kira manfaat lebih yang akan didapat jika
kita ikut asuransi selagi muda terutama pada produk asuransi unit link.
Pertama, dengan mengikuti program
asuransi unit link saat usia muda premi yang di setor setiap bulannya
relatif murah antara 250 ribu - 500 ribu saja dibandingkan mengikuti
program asuransi saat usia 40 tahun-an premi yang disetor harus di atas
500 ribu sebulan untuk mendapatkan manfaat yang sama.
Kedua,
Dengan premi yang relatif kecil akan dapat manfaat yang besar. Manfaat
yang akan di dapat selagi usia muda antara lain asuransi jiwa dgn UP
yang lumayan besar, asuransi rumah sakit, asuransi kecelakaan, asuransi
penyakit kritis, asuransi pembebas premi & manfaat investasi yang
besar di usia pensiun.
Ketiga,
pembayaran premi dapat lebih cepat untuk perlindungan seumur hidup.
Misal Anda ikuti program ini pd usia 25 th maka Anda cukup setor selama
10 th saja (saat usia 35th). Dana yang Anda Setorkan selama 10 th +
hasil investasinya sudah mencukupi untuk membayar biaya asuransi seumur
hidup. Berbeda bagi mereka yang mengikuti saat usia sudah lanjut
biasanya harus lebih lama.
Manfaat yang keempat
adalah tentunya dengan kesehatan & fisik yang masih bugar akan
lebih mudah untuk di setujui /diterimanya pengajuan asuransi jiwa Anda
oleh perusahaan asuransi. Karena tidak semua orang dapat memiliki asuransi jiwa dengan mudah apabila dia sudah memiliki riwayat penyakit.
Home » Posts filed under Financial Planning
Karakter Penabung, Termasuk Tipe Manakah Anda?
Gajian adalah hari yang paling disukai
dan dinanti-nanti tiap bulannya oleh kita semua. Bagaimana tidak,
karena setelah kita bekerja selama sebulan penuh pastinya ingin dong
menikmati hasil kerja keras kita tersebut. Ada banyak daftar yang harus
kita penuhi dengan uang gaji tersebut antara lain untuk membeli sesuatu
yang kita inginkan, kasih ke orang tua, bayar berbagai macam tagihan,
menabung dll.
Ngomong-ngomong tentang menabung ternyata menurut survei ada dua tipe kebiasaan orang dalam hal menabung :
Jika dilihat bahwa Tipe B-lah yang lebih baik dalam hal mengelola uang mereka, yakni Tipe B sudah berkomitmen untuk menyisihkan terlebih dahulu dana yang mereka terima untuk ditabung berapapun besarnya (standarnya 10%-30%) baru memakai sisanya. Karena mereka yakin dengan berkomitmen seperti itu beberapa rencana besar mereka akan terwujud.
Dan sebaliknya dengan si Tipe A yang memakai terlebih dahulu yang mereka hasilkan baru menabung apa yang tersisa. Namun agaknya sulit pada kebiasaan ini untuk dapat menabung, mereka hanya benar-benar akan menabung bila ada sisanya, jika tidak berarti tidak akan ada yang ditabung. Dan kebiasaan ini mungkin yang banyak kita jumpai di masyarakat kita mulai dari golongan bawah hingga golongan atas pun memiliki kebiasaan seperti ini, maka pantas saja pernah ada survei dari majalah SWA pada tahun 2004 yang menyatakan bahwa "80% Eksekutif Terancam Miskin di Hari Tua" karena mereka Konsumtif, Besar Pasak daripada Tiang.
Lalu kira-kira kita berada di tipe yang mana yah?
Apabila kita saat ini adalah si Tipe A berarti kita harus segera merubah kebiasan ini. Memang menghilangkan sebuah kebiasaan bukan hal yang sangat mudah, perlu suatu kemauan dan komitmen yang kuat untuk merubahnya. Berikut beberapa Tips yang dapat membantu merubah kebiasaan tersebut :
Nah...mudah2an artikel & tips ini bisa merubah kebiasaan kita dalam menabung, silakan jika punya saran atau pendapat untuk dapat di bagi-bagi diblog ini. Terima kasih
READ MORE - Karakter Penabung, Termasuk Tipe Manakah Anda?
Satu hal yang menjadi sorotan penting dalam daftar di atas adalah menabung.
Sebagian dari kita pasti sering dan senang melakukannya. Ada beberapa
tujuan penting kenapa kita harus menabung antara lain adalah untuk
mempersiapkan dana pendidikan anak
(bagi yang sudah punya anak tentunya), untuk masa depan yang lebih baik
dan yang terpenting adalah persiapan untuk dana darurat. Bahkan ada
yang bilang menabung adalah salah satu langkah awal kita mencapai Finansial Freedom.
Ngomong-ngomong tentang menabung ternyata menurut survei ada dua tipe kebiasaan orang dalam hal menabung :
![]() |
| Kebiasaan Menabung |
- Tipe pertama atau kita sebut Tipe A, adalah orang yang membelanjakan lebih dahulu apa yang dia hasilkan dan mencoba menabung apa yang tersisa.
- Sedangkan Tipe kedua atau Tipe B, adalah orang yang menabung lebih dahulu apa yang dihasilkannya. lalu membelanjakan apa yang tersisa.
Jika dilihat bahwa Tipe B-lah yang lebih baik dalam hal mengelola uang mereka, yakni Tipe B sudah berkomitmen untuk menyisihkan terlebih dahulu dana yang mereka terima untuk ditabung berapapun besarnya (standarnya 10%-30%) baru memakai sisanya. Karena mereka yakin dengan berkomitmen seperti itu beberapa rencana besar mereka akan terwujud.
Dan sebaliknya dengan si Tipe A yang memakai terlebih dahulu yang mereka hasilkan baru menabung apa yang tersisa. Namun agaknya sulit pada kebiasaan ini untuk dapat menabung, mereka hanya benar-benar akan menabung bila ada sisanya, jika tidak berarti tidak akan ada yang ditabung. Dan kebiasaan ini mungkin yang banyak kita jumpai di masyarakat kita mulai dari golongan bawah hingga golongan atas pun memiliki kebiasaan seperti ini, maka pantas saja pernah ada survei dari majalah SWA pada tahun 2004 yang menyatakan bahwa "80% Eksekutif Terancam Miskin di Hari Tua" karena mereka Konsumtif, Besar Pasak daripada Tiang.
Lalu kira-kira kita berada di tipe yang mana yah?
Apabila kita saat ini adalah si Tipe A berarti kita harus segera merubah kebiasan ini. Memang menghilangkan sebuah kebiasaan bukan hal yang sangat mudah, perlu suatu kemauan dan komitmen yang kuat untuk merubahnya. Berikut beberapa Tips yang dapat membantu merubah kebiasaan tersebut :
- Setelah terima gaji kurangi terlebih dahulu sebesar 10-30% untuk ditabung, sisanya baru belanjakan terutama gunakan untuk membayar kewajiban-kewajiban yang harus dibayar terlebih dahulu.
- Buka rekening atau instrumen investasi baru yang bersifat jangka panjang misalnya tabungan berjangka, reksadana atau asuransi unit link. Saran saya sebaiknya di Asuransi Unit Link. Karena selain Tabungan / investasi yang akan kita dapat, kita akan mendapatkan perlindungan kesehatan juga. Jadi apabila di tengah jalan kita sakit tabungan / investasi Asuransi Unit Link kita tidak terpakai.
- Manfaatkan fasilitas auto debet rekening tabungan anda yang lama untuk mengisi rekening atau instrument investasi baru tersebut. Jadi kita ga perlu repot untuk setor tiap bulannya & pastinya tidak akan lupa setor.
- Buat sebuah rencana jangka panjang yang ingin kita capai & tentukan berapa nilainya. misalnya ingin beli rumah senilai 200jt, persiapan kuliah anak senilai 300jt, atau persiapan pensiun 1 Milyar dll. Ini bertujuan agar kita termotivasi & bersemangat untuk disiplin menabung.
- Tentukan berapa lama waktu yang ingin kita capai untuk mewujudkan impian tersebut. Dengan menentukan lamanya berarti kita bisa menghitung berapa jumlah yang harus kita tabung.
Nah...mudah2an artikel & tips ini bisa merubah kebiasaan kita dalam menabung, silakan jika punya saran atau pendapat untuk dapat di bagi-bagi diblog ini. Terima kasih
Home » Posts filed under Financial Planning
Jangan Beli Asuransi Pendidikan Anak, Kenapa ?
Judulnya cukup mengagetkan nih, mau tau kenapa jangan beli asuransi
pendidikan anak Anda? ini dia faktanya banyak orang tua lebih memilih
membeli asuransi pendidikan anaknya ketimbang asuransi jiwanya sendiri,
terbukti ketika Saya menemui calon nasabah yang meminta penjelasan
tentang produk asuransi/tabungan pendidikan Kami, lalu Saya bertanya
apakah orang tuanya sudah punya asuransi jiwa? jawabnya belum, anak dulu
deh ...
Jawaban tersebut cukup memberi gambaran bahwa ternyata ada
kesalahpahaman mengenai fungsi dasar asuransi terutama asuransi jiwa. Asuransi/tabungan pendidikan memang baik untuk dipersiapkan melihat biaya pendidikan
tiap tahunnya mengalami kenaikan yg cukup tinggi. Tapi ternyata
keputusan tersebut agaknya keliru menurut Saya pribadi, kenapa? karena
fungsi utama dari asuransi jiwa adalah melindungi nilai ekonomis pencari
nafkah dari resiko-resiko yang dapat menyebabkan hilangnya nilai
ekonomis pencari nafkah tersebut seperti terkena kondisi kritis, cacat
tetap total bahkan meninggal.
Coba bayangkan, apabila resiko-resiko tersebut
terjadi yang menyebabkan kita tidak dapat memberikan nafkah lagi kepada
keluarga kita, sementara hanya ada polis asuransi pendidikan yang kita
miliki. Lalu apa yang akan terjadi? Memang Asuransi pendidikan dapat
memberikan jaminan pendidikan anak bisa tetap terwujud nantinya, karena
biasanya pada asuransi pendidikan terdapat asuransi pembebas premi jika
orangtuanya terkena resiko. Tapi, bagaimana dengan ekonomi keluarga kita
seperti kebutuhan pangan dan sandangnya, siapa yang akan menjamin?
Oleh karena itu, ada baiknya pikir ulang sebelum
membuat keputusan untuk membeli asuransi pendidikan. Pastikan pencari
nafkah dahulu yang punya asuransi jiwa yang cukup, setelah itu jika
memang ada budget lebih boleh dialokasikan ke asuransi pendidikan...
Ok, jangan beli asuransi pendidikan sebelum punya asuransi jiwa ... :)
Home » Posts filed under Financial Planning
Pahami Dengan Benar Sebelum Anda Membelinya, Awas Menyesal...
Kasus seperti ini sering saya jumpai ketika saya melakukan prospek
kepada nasabah yang rata-rata telah mempunyai polis di Prudential,
bahkan kemarin teman saya ada yang bertanya kepada saya "Man, sy baru
buka Polis di Prudential untuk jangka waktu 10 tahun, tapi kok nilai
tunainya setelah sepuluh tahun lebih kecil dr yang sy setor, kok bisa
begitu? katanya sama aj kyk nabung di bank?" Pertanyaannya kurang lebih
seperti itu, lalu saya coba jelaskan dan alhamdulillah bisa di pahami.
Ada jg nasabah yang tidak tahu manfaat apa saja yang dia punya pada
polis asuransinya, jawabnya yang jelas saya dah punya asuransi. Entah
kesalahan ada disiapa, nasabah atau agennya? ujung2nya klo seperti ini
nanti yang disalahkan Perusahaannya.
Oleh karena itu saya harap kepada para calon
nasabah untuk dengan benar memahami ilustrasi yang di berikan oleh agen
Anda sebelum memutuskan untuk menandatanganinya. Minta penjelasan dengan
sejelas-jelasnya, tanyakan manfaat apa saja yang akan saya dapat, lalu
biaya-biaya apa saja yang dibebankan kepada saya berhubungan dengan
manfaat yang akan saya dapat terutama mengenai biaya akuisisi (insya
allah akan saya jelaskan dipostingan berikutnya)
Untuk kita para agen agar tidak memberikan
penjelasan yang salah atau menyesatkan atau menyembunyikan informasi
yang dapat merugikan nasabah demi mengejar target pribadi masing-masing.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi agen yang baik, profesional dan amanah.
Sekali lagi, pahami dengan benar sebelum Anda membelinya...
Home » Posts filed under Financial Planning
Financial Planning
Pada awalnya saya bingung pada saat harus menentukan tema apa yang pas
untuk blog saya, akhirnya saya temukan tema yang menurut saya pas buat
Blog saya yaitu Financial Advertising dan kebetulan saya juga sedang
bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang jasa keuangan jadi
setidaknya saya sedikit mengerti tentang Financial Planning Khususnya Asuransi. Oleh karena
itu blog ini saya beri judul "Auto Financial Advertising".
Ngomong-ngomong tentang Financial Planning, apa sih yang dimaksud dengan financial planning? pasti para rekan sekalian sudah mengerti benar apa arti dari financial planning tersebut. Financial Planning kalau kita artikan ke dalam bahasa indonesia bermakna perencanaan keuangan yang mana nanti tujuan akhirnya adalah Financial Freedom (kebebasan keuangan) / life Assurance (kepastian hidup). Dan tentunya memiliki Financial Freedom menjadi impian setiap orang, dengan begitu mereka bisa mewujudkan semua mimpi dan impiannya tepat waktu seperti bisa membeli mobil, rumah impian, bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi setelah itu baru bisa menikmati pensiun dengan nyaman tanpa bergantung dengan anak-anak lagi.
Melihat perkembangan ekonomi saat sekarang ini baik di Indonesia maupun di dunia financial planning mutlak diperlukan bagi setiap individu baik yang masih singel atau yang sudah berkeluarga.
Menurut survei yang dilakukan majalah Swa Sembada tentang Perencanaan Keuangan adalah 80% dari para eksekutif terancam miskin di hari tuanya. Kenapa demikian, ternyata mereka konsumtif, besar pasak dari pada tiang dan investasinya kacau dan tak siap dia hari tua. Ah, jangan-jangan Anda begitu juga? lalu bagaimana tetap kaya di masa pensiun?
Langkah awal mencapai financial freedom sebenarnya sangat simple yaitu berhemat menabung sekarang juga dan jangan di tunda-tunda. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Kekayaan bukan di ukur dari berapa besar penghasilan kita, namun dari berapa besar yang bisa kita tabung" dan ini berhubungan dengan pepatah hemat pangkal kaya bukan. Besarnya tabungan bervariasi bisa 10-30% dari income kita, yang baik sih sekitar 30% an.
READ MORE - Financial Planning
Ngomong-ngomong tentang Financial Planning, apa sih yang dimaksud dengan financial planning? pasti para rekan sekalian sudah mengerti benar apa arti dari financial planning tersebut. Financial Planning kalau kita artikan ke dalam bahasa indonesia bermakna perencanaan keuangan yang mana nanti tujuan akhirnya adalah Financial Freedom (kebebasan keuangan) / life Assurance (kepastian hidup). Dan tentunya memiliki Financial Freedom menjadi impian setiap orang, dengan begitu mereka bisa mewujudkan semua mimpi dan impiannya tepat waktu seperti bisa membeli mobil, rumah impian, bisa menyekolahkan anak hingga perguruan tinggi setelah itu baru bisa menikmati pensiun dengan nyaman tanpa bergantung dengan anak-anak lagi.
Melihat perkembangan ekonomi saat sekarang ini baik di Indonesia maupun di dunia financial planning mutlak diperlukan bagi setiap individu baik yang masih singel atau yang sudah berkeluarga.
Menurut survei yang dilakukan majalah Swa Sembada tentang Perencanaan Keuangan adalah 80% dari para eksekutif terancam miskin di hari tuanya. Kenapa demikian, ternyata mereka konsumtif, besar pasak dari pada tiang dan investasinya kacau dan tak siap dia hari tua. Ah, jangan-jangan Anda begitu juga? lalu bagaimana tetap kaya di masa pensiun?
Langkah awal mencapai financial freedom sebenarnya sangat simple yaitu berhemat menabung sekarang juga dan jangan di tunda-tunda. Ada pepatah yang mengatakan bahwa "Kekayaan bukan di ukur dari berapa besar penghasilan kita, namun dari berapa besar yang bisa kita tabung" dan ini berhubungan dengan pepatah hemat pangkal kaya bukan. Besarnya tabungan bervariasi bisa 10-30% dari income kita, yang baik sih sekitar 30% an.

