Home | About Me | Contact | Sitemap | Link Exchange

Baca Ini

|

10 ALASAN KUNO ORANG MENOLAK ASURANSI

10 ALASAN KUNO ORANG MENOLAK ASURANSI - Pernahkah Anda didatangi oleh Agen Asuransi? Atau saat ini malah dikejar-kejar Agen Asuransi. Apa yang ada di benak Anda saat itu? Apakah menurut Anda asuransi dan manfaatnya? Apa persepsi Anda tentang asuransi? Cukup banyak tanggapan yang muncul, ada yang MEMILIKI konotasi negatif tetapi ada juga yang positif.

Dibawah ini 10 ALASAN KLASIK ORANG MENOLAK ASURANSI

1) Saya belum punya uang untuk beli asuransi / saya belum mapan

Jika anda tidak punya uang atau belum mapan, yang bisa berarti Anda juga termasuk tidak dapat membayar semua tagihan anda saat anda sehat dan dapat bekerja, secara logika saja, bagaimana mungkin anda akan dapat membayarnya nanti pada saat anda sakit dan tidak memiliki penghasilan?
Jadi: Orang yang tidak mampu membeli asuransi sebenarnya justru orang itulah yang lebih membutuhkan asuransi dibandingkan dengan orang yang mampu membelinya. Asuransi seharusnya menjadi salah satu prioritas yang diperhitungkan jika dibandingkan keinginan atas trend pakaian, trend hobby, trend aksesoris dll. Setelah kebutuhan pokok terpenuhi, (termasuk pengeluaran pembayaran rekening listrik, telepon, dll) prioritaskan juga Asuransi di dalam rencana pengeluaran bulanan anda.

2) Saya masih punya cicilan kredit rumah

Ketika Anda memiliki kredit rumah, anda harus terus menerus membayar sejumlah besar uang selama 10 atau 15 tahun ke depan. Anda memang dapat memenuhi kewajiban tersebut, tapi apakah keluarga anda dapat membayarnya jika anda meninggal dunia atau mengalami cacat tetap sebelum cicilan kredit tersebut selesai? Marilah pastikan keluarga anda akan tetap tinggal di rumah yang indah, rumah yang telah anda berikan bagi mereka untuk selamanya, dan bukan diwariskan sisa cicilan rumah

3) Saya tidak butuh asuransi

Saya sangat setuju Anda tidak membutuhkannya karena Masih Sehat Bugar. TETAPI…Apakah menurut Anda seorang yang menjadi cacat tetap karena suatu kejadian membutuhkan asuransi? Apakah orang yang baru saja terkena serangan jantung ; harus mengeluarkan uang 150 juta untuk biaya operasi membutuhkan Asuransi? Apakah keluarga yang ditinggalkan oleh orang yang baru saja meninggal dunia membutuhkannya?
Jawabannya adalah PASTI “Ya !” mereka membutuhkannya tetapi tidak dapat membelinya pada saat telah terjadi kemalangan tersebut.
Asuransi seyogyanya dimiliki justru pada saat Anda tidak membutuhkannya. Karena pada saat Anda membutuhkannya, mungkin Anda sudah tidak dapat membelinya lagi. Itulah Asuransi. Anda hanya dapat membeli asuransi ketika Anda sehat. Anda membeli asuransi dengan kesehatan Anda dan membayarnya dengan uang Anda. Jika Anda tidak lolos pemeriksaan kesehatan, maka Anda tidak akan dapat membeli asuransi walaupun Anda memiliki uang, dengan kata lain, perusahaan asuransi akan menolak permohonan polis Anda jika pada saat Anda mengajukan asuransi Anda tidak dalam kondisi sehat. Saat Anda sehat adalah saat yang tepat bagi Anda untuk membeli asuransi.

4) Saya diskusikan dahulu dengan istri saya

Asuransi adalah Surat Cinta terindah dan hadiah yang terbaik yang Anda belikan untuk istri Anda. Anda dapat berdiskusi dengannya atau Anda dapat langsung membelinya. Jika Anda memutuskan untuk langsung membelinya langsung, setelah Anda menerima polisnya barulah Anda bawa polis tersebut & berkatakan padanya : “Kekasihku, sepanjang masa hidupku aku akan menjaga dan mencukupi segala kebutuhan kita, makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan anak kita. Tetapi jika suatu hari nanti saya meninggal dunia, maka polis inilah akan menjagamu serta mencukupi setiap kebutuhan makanan, pakaian, tempat tinggal, pendidikan sama seperti yang sekarang saya sediakan. Sebesar inilah cintaku padamu dan pada keluarga kita“ Itulah bukti sesungguhnya dari cinta Anda. Istri Anda akan semakin mencintai Anda.
Semua Istri Pada umumnya tidak menginginkan kejadian buruk menimpa suami pastinya, namun kelak, jika suatu hari Sang pencari Nafkah meninggalkan meninggalkan Istri dan Anak anaknya terlebih dahulu dimana Sang Istri bukanlah seorang pencari nafkah, maka dengan daya juang yang selalu dimiliki setiap istri, Keluarga yang di tinggalkan tetap dapat berusaha melanjutkan kehidupan dengan peninggalan sejumlah Uang pertanggungan.

Asuransi adalah Surat Cinta Terindah dan hadiah yang terbaik 

Asuransi bisa menjadi hal yang sangat indah Yang dapat Anda belikan untuk istri Anda. Seorang istri yang memikirkan nasib anak-anaknya dan senantiasa berpikiran maju ke masa depan, tentu akan bersyukur dengan pemberian Anda. Lain halnya jika istri Anda tidak ingin mengurangi jatah bulanan saat ini demi kejelasan masa depan anak-anaknya. Maka Andalah yang seyogianya berusaha membukakan pikirannya untuk berhemat dengan menyisihkan sebagian uang Anda selama 5 tahun untuk jaminan kehidupan istri anda sendiri dan anak-anak di masa depan jika terjadi musibah terhadap Anda sebagai pencari nafkah.
Saya tidak ingin menyarankan agar Anda melakukan pembelian Polis tanpa sepengatahuan Istri Anda, melainkan Anda Wajib memberitahukan kepada istri Anda seluruh pengeluaran besar yang akan mempengaruhi kehidupan rumah tangga Anda. Beritahukan Istri Anda, dan Jelaskan. Kejujuran dan keterbukaan selalu menjadi tonggak penting dalam suatu rumah tangga. Jika Istri Anda tetap tidak mengerti dan menolak pembelian sebuah Polis Asuransi dengan menerima segala konsekuensi kelak, maka Anda seyogyanya menerima. Ini rumah tangga Anda, dan Anda haruslah senantiasa merasa nyaman.
“SEMUA ISTRI pada umumnya pasti menolak jika suami membeli Polis asuransi karena bagi mereka itu akan mengurangi Uang Belanja..TAPI SEMUA JANDA Tidak akan menolak Manfaat Uang Pertanggungan dan Nilai Tunai Investasi yang di berikan dari Polis Asuransi yang sudah di beli oleh suaminya” iya apa iya?!

5) Saya ingin membandingkan dengan Asuransi perusahaan lain

Ini adalah gagasan yang baik, karena Asuransi adalah keputusan dan kontrak satu kali hampir seumur hidup. Tawarlah premi sesuai dengan kemampuan Anda, premi memang sangat mempengaruhi hasil dari asuransi, namun Anda berhak menentukan sendiri berapa Uang Pertanggungan atau berapa kemampuan premi yang Anda sanggup bayar. Mintalah pembayaran premi sesingkat mungkin jika Anda mampu, karena jika anda berkeinginan membeli asuransi pendidikan bagi anak, maka jika Anak anda 2, anda harus membelikan keduanya. Dengan pembayaran singkat (misal 5 tahun), Anda bisa membeli asuransi untuk pendidikan anak anda yang satunya setelah asuransi pendidikan anak pertama Anda lunas. Jadi pengeluaran Anda terlalu terbebani oleh premi asuransi. Himbauan pemerintah adalah, 2 anak 1 balita, dimana maksudnya adalah anak anda dua dengan minimal selisih jarak adalah 5 tahun, itu jika menurut idealnya.
Namun Kalimat penolakan tersebut Ada Satu kelemahannya. Bagaimana (maaf..amit amit semoga tidak terjadi padahal emang pasti terjadi dan kita tidak mengetahui kapan terjadinya) jika terjadi sesuatu pada diri Anda selama masa Anda membanding-bandingkan semua perusahaan ini? Misalnya Anda telah yakin bahwa Anda membutuhkan perlindungan. Sementara Anda akan melakukan perbandingan, bukankah sebaiknya Anda sudah dilindungi terlebih dahulu?

Solisi Mudah Untuk Mengatasi Hal Diatas

Seluruh perusahaan Asuransi memiliki fasilitas “FREE LOOK” atau “GRACE PERIOD”, yaitu masa Anda untuk mempelajari Polis Anda selama 14 hari setelah menerima polis. Jika Anda keberatan atau ternyata ada penjelasan Agen anda yang tidak sesuai dengan yang tercantum di polis, maka Anda berhak mengembalikan/membatalkan polis Anda, dan menerima kembali premi yang telah Anda bayarkan dengan sedikit potongan biaya administrasi.

6) Biarlah Tuhan yang menyediakan segalanya

Ya, Tuhan menyediakan segalanya, termasuk segala kemampuan yang melekat pada dari kita, dan alam semesta yang mendukung segala usaha kita. Manusia terlahir sudah tanpa Asuransi, begitu pendapat seorang Twitterest kepada saya, jadi biarlah begitu, tambahnya. Betul. Tetapi, Manusia juga terlahir tanpa pakaian, dan tanpa pendidikan. Manusia diberi kelebihan akal dan budi, untuk mengelola kehidupan yang dianugerahkan kepada kita manusia. Jika kita cermati, yang disediakan bagi kita adalah pancing dan kail, bukan ikannya. Kita bukan hanya tinggal menikmati, tetapi mengelola apa yang ada sehingga bisa dinikmati dan berguna bagi banyak umat manusia, bukan merugikan. Anda perlu bekerja dan merencanakan keuangan anda.

7) Anda terlalu memaksa, saya tidak mau membeli dari Anda

Salah satu alasan lain yang diajukan seseorang yang gencar ditawari Asuransi oleh agen asuransi yang sama adalah pernyataan seperti di atas, yaitu agen terlalu memaksa. Jika suatu saat Anda bisa berkata seperti itu kepada saya, maka saya akan berhenti menawari Anda Asuransi. Saya belum pernah sekali pun mendapat pernyataan seperti itu, karena saya memang tidak pernah memaksa.
Kembali kepada diri saya sendiri, jika saya ingin membeli susu untuk anak saya, kebetulan ada sales susu lain yang gencar promo produknya, maka saya tanpa berpikir panjang akan pergi meninggalkan sales tadi setelah mengambil susu yang saya butuhkan. Intinya, saya tidak suka dipaksa, begitupun saya yakin, bahwa Anda juga tidak. Apalagi asuransi untuk seumur hidup Anda, merupakan beban moral bagi saya jika suatu hari Anda menyesal dengan program yang saya tawarkan.

8) Teman saya juga agen lho, aku akan ambil dari dia

Jikalau Anda memiliki teman baik yang juga menjadi agen asuransi jiwa, seharusnya saat ini Anda telah memiliki polis asuransi.
Yang namanya teman sejati adalah orang yang bisa bantu kita pada saat kita kesusahan. Kalau kita masuk rumah sakit, biasanya teman kita bawa buah, agen asuransi bawa duit. Silahkan, jika memang Anda memiliki teman baik yang merupakan Agen asuransi, lantas mengapa tidak segeralah Anda mengambil program Asuransi dari teman Anda? Lakukan segera, dengan begitu, jika suatu hari ditawari Agen asuransi Anda bisa menjawab, saya sudah punya langganan agen Asuransi, yaitu teman dekat saya sendiri/saudara saya sendiri. Maka Saya tidak akan menawari Anda kembali. Malah dengan begitu, saya dan Anda bisa menjadi teman sharing mengenai program asuransi yang sama-sama telah kita miliki. Menyenangkan, bukan?

9) Asuransi bertentangan dengan agama saya

Jika Anda merasa bahwa Asuransi bertentangan dengan agama Anda, maka sudahl jelas, bahwa Anda tidak usah membeli Asuransi.
Satu hal yang saya imani senantiasa adalah, saya sebagai manusia harus mengelola segala yang telah diberikan kepada kita, sebagai bukti syukur kepada Tuhan. Jika saya memiliki anak, maka saya harus mengerahkan segala kemampuan saya untuk mendidik nya, menyekolahkan nya, mengasihi nya, merawat, menjaga, mendampinginya, sampai ia mentas dan sudah mandiri, barulah saya tenang. Semudah itu saja rumusannya, namun tetap saya harus mengantisipasi segala sesuatu di luar kehendak saya dengan cara yang saya mampu lakukan. Saya tidak ingin, jika saya sakit dan tua kelak, anak saya akan repot membiayai biaya perawatan saya. Ya seandainya anak saya sudah mapan dan mampu untuk itu, bagaimana jika saya sakit pada usia sekolahnya, dari mana ia bisa membayar biaya rumah sakit saya? Menurut saya, bukan dengan cara membebani anak saya yang saya jadikan bukti syukur kepada Tuhan.

10) Saya belum menikah, saya mau menikah dahulu baru memikirkan Asuransi.

Alasan inilah yang paling sering saya temui. Saya memang senang menawarkan asuransi pada orang yang masih muda. Kenapa? Karena preminya jauh lebih murah, sehingga lebih terjangkau. Dan secara logika, pengeluaran mereka belum besar.

Belum menikah, 

Sepertinya memang tidak membutuhkan asuransi, namun seperti yang ditulis di atas, membeli asuransi adalah bukan pada saat kita perlu, melainkan pada saat kita tidak membutuhkannya. Di usia lajang, sebenarnya pos pengeluaran kita lebih sedikit, dan merupakan langkah cerdik jika kita memutuskan untuk membeli asuransi. Jika kita menikah kelak, kita tinggal melakukan perubahan ahli waris yang tertera pada polis, dan selesai. Kita tidak dibebani lagi dengan premi asuransi. Enak, bukan? Tinggal memikirkan langkah selanjutnya, memikirkan cicilan rumah, dan kebutuhan rumah tangga yang akan senantiasa mengikuti kebutuhan rumah tangga kita.

Jadi: apapun alasan Anda …. 

Sangatlah kurang tepat. Memiliki sebuah Polis Asuransi yang dimulai dengan mengajukan Surat Pengajuan Asuransi Jiwa ( SPAJ ) sesuai kebutuhan kita adalah Pilihan dan Langkah Cerdas, Cerdik, dan Tepat

Sumber Prudential 
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: 10 ALASAN KUNO ORANG MENOLAK ASURANSI
Ditulis oleh Ira Yuniarti
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://auto-advertising.blogspot.com/2012/11/10-alasan-kuno-orang-menolak-asuransi.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini. Tak lengkap rasanya jika kunjungan anda di blog

Auto Financial Advertising

tanpa meninggalkan komentar. Untuk itu silahkan berikan tanggapan anda pada kotak komentar di bawah. Semoga artikel 10 ALASAN KUNO ORANG MENOLAK ASURANSI ini bermanfaat untuk anda.
Title Post:
10 ALASAN KUNO ORANG MENOLAK ASURANSI

URL Post:
http://auto-advertising.blogspot.com/2012/11/10-alasan-kuno-orang-menolak-asuransi.html

2 komentar:

roniauks--el locco said...

Ijin share

September 6, 2013 at 10:49 AM icon_financial
Ira Yuniarti said...

bebas gan ambil-ambil aja gak ada larangan apapun silahkan saja

March 13, 2014 at 8:25 PM icon_financial

Post a Comment